Wednesday, 21 October 2026


Panen Raya Jagung Hibrida, Bukti Nyata Penyuluh Pantar Tengah Ditengah Keterbatasan

12 Jul 2022, 14:04 WIBEditor : Herman

Panen Raya Jagung Hibrida di Kecamatan Pantar Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM, Alor --- Ditengah keterbatasan fasilitas pendukung, para penyuluh pertanian di Kecamatan Pantar Tengah, Alor, Nusa Tenggara Timur terus berkarya nyata mendampingi petani menjalankan kegiatan pertaniannya. Salah satunya dengan panen raya jagung hibrida dalam mewujudkan program Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar. 

Keterbatasan fasilitas pendukung seperti tidak adanya kursi, meja, lemari, tempat tidur, laptop, printer, air dan listrik di Kantor BPP dan penggunaan kendaraan pribadi untuk melakukan kegiatan keseharian tidak membuat para penyuluh di Kecamatan Pantar Tengah menyerah.

Semangat 6 PPL BPP Pantar Tengah dalam mendampingi petani di 10 desa bianaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, sudah 2 kali para petani di Kecamatan Pantar Tengah melakukan panen raya jagung hibrida dengan mengundang Bupati Alor pada kegiatan tersebut.  

“Kegiatan tersebut untuk mendukung Program Pemerintah Kabupaten Alor yakni Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar. Dan kemarin tanggal 1 Juli pelepasan jagung tersebut oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor tujuannya ke Surabaya,” ungkap Kepala BPP Pantar Tengah Darius Bler Sir. S.ST. 

Pria yang baru dilantik menjadi Kepala BPP Pantar Tengah pada 2020 ini mengatakan BPP Pantar Tengah memiliki 10 desa binaan dengan 52 kelompok tani. “Sebelumnya ada 15 Poktan, dan dimasa kepemimpinan saya dikukuhkan 20 Poktan, sisanya akan dikukuhkan pada tahun ini. Dan saat ini telah terbentuk satu Pos Penyuluhan Desa di Desa Eka Jaya” Ujarnya.

 

Petani di Kecamatan Pantar Tengah masih melakukan kegiatan bertani secara tradisional,  lahan yang perpindah-pindah dengan menggunakan alat kerja yang masih teradisional. Namun, semangat bertani mereka tidak diragukan.  

Lahan pertanian di Pantar Tengah adalah lahan kering dengan komoditi unggulan padi hitam, padi merah, jagung, jambu mete, kelapa, porang, dan juga sebagian usaha sayur sayuran.  

“Di MT 2022/2023 akan dikerjakan lahan untuk jagung hibrida program TJPS seluas 1500 ha.Pada musim panen jagung hibrida 2022 ini hasilnya bisa dijual ke Surabya,” tambahnya.  

Dalam MT2022/2023 juga akan direncanakan pemanfaatan lahan-lahan gereja, masjid untuk ditanami jagung demi kesejahteraan masyarakat. .  

Untuk mendukung kegiatan pertanian di Kecamatan Pantar Tengah, Dinas Pertanian Pantar Tengah memberikan bantuan 3 mesin pipil ke desa Aramaba, 2 mesin ke desa Mauta dan 2 mesin pipil ke desa Muriabang.   

Darius berharap tahun mendatang BPP Pantar Tengah  bisa mendapatkan fasilitas sama dengan BPP yang lain sehingga kegiatan penyuluhan bisa berjalan dengan lancar. “Sama seperti rumah sakit yang dilengkapi dengan semua fasilitas. Harapan kami sebagai PPL semoga semua kekurang ini akan teratasi di tahun=tahun mendatang,” harapnya.

Reporter : Darius
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018