Thursday, 10 September 2026


Distanbun Jateng Dorong Kemitraan Usaha Petani dan Hotel

19 Jul 2022, 13:22 WIBEditor : Herman

Penandatanganan MoU Gapoktan Rahayu Widodo dan Kelompok Tani Utomo Dengan Syariah Hotel Solo

TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Berbagai langkah terus dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mensejahterakan petani. Salah satunya kegiatan mediasi kemitraan usaha antara petani dengan hotel yang ada di Jawa Tengah oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Sudah menjadi masalah klasik yang terjadi berulang-ulang setiap tahun, bahwa ketika petani padi mulai bertanam, harga sarana produksi berlomba naik. Namun, ketika musim panen tiba, harga gabah dan beras ditingkat petani merosot.

Fluktuasi harga jual hasil petani tersebut lebih dirasakan oleh petani sayur mayur, dimana harga jual ditingkat usaha tani naik turun diluar kemampuan kendali petani. Banyak ahli mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena posisi tawar petani yang lemah.

Di sisi lain bangkitnya pariwisata setelah pandemi membuat banyak hotel kembali bergeliat. Ditengarai setiap hari, hotel yang ada di berbagai kota di Jawa Tengah selalu membutuhkan bahan makanan dan minuman seperti beras, sayuran segar dan kopi untuk menjamu para tamunya.

Hal tersebut ditangkap jeli oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dan mulai merintis kegiatan mediasi antara managemen hotel dengan kelompok tani/gapoktan di beberapa kota di Jawa Tengah.

Kabid Penyuluhan, Pasca Panen dan Bina Usaha, Dr. Dani Ramdani Harun, SP, MSi mengatakan bahwa kegiatan mediasi kemitraan usaha antara petani dan perhotelan di Jawa Tengah sudah dimulai beberapa tahun lalu.

“Dimulai dengan komoditas kopi, yang pada waktu itu bisnis “ngopi” sedang booming dengan merebaknya warung kopi,  mulai dari kopi keliling sampai coffee corner di hotel berbintang,” ujarnya.

Dani menambahkan ide ini cukup berhasil, karena hotel-hotel yang dimediasi telah bermitra dengan kelompok tani produsen kopi dan sampai sekarang masih berlanjut.

“MoU tersebut akan diperbarui setiap tahun, dan Distanbun Provinsi Jawa Tengah sebagai mediator juga memantau pelaksanaan MoU tersebut dengan harapan tidak ada salah satu pihak yang mengingkari perjanjian,” ujarnya.

Sementara itu Sub Koordinator Penyuluh Distanbun Jawa Tengah, Bayu Sasongko mengatakan seiring berjalannya waktu, cakupan komoditas yang akan dimitrakan diperluas. Bukan hanya kopi, komoditas beras dan sayuran juga mulai diangkat dalam kemitraan ini.

“Ternyata tidak mudah mempertemukan kepentingan managemen hotel sebagai pembeli barang dengan kelompok tani sebagai penyedia barang” kata Bayu Sasongko.

Pembeli menghendaki barang berkualitas prima secara kontinyu setiap periode, atau dapat juga tiba-tiba meningkat karena hotel menyelenggarakan event. Dan untuk mendapatkan kelompok tani yang siap menyediakan barang sesuai permintaan pembeli juga tidak mudah, biasanya kelompok tani terkendala dalam penyediaan barang secara kontinyu.

Mitra Hotel

Sampai saat ini, sudah ada 10 hotel di 6 kota yang tercatat dalam kemitraan usaha yang difasilitasi Distanbun Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya Kota Semarang ada hotel Novotel dan Ibis :yang bermitra untuk komoditas sayuran dan kopi.

Di kota Karanganyar ada hotel Indah Palace untuk komoditas beras dan sayuran. Untuk Pekalongan ada hotel Dafam untuk kopi, hotel Dafam di Cilacap untuk kopi; dan di Purwokerto ada hotel Miotel untuk kopi.

Sedangkan untuk kota Solo ada hotel Novotel dan ibis yang bermintra untuk komoditas  kopi, hotel Indah Palace untuk beras dan kopi dan yang terbaru hotel Syariah Hotel Solo untuk beras dan sayuran.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada tanggal 5 Juli 2022 tersebut dilakukan antara Ketua Gapoktan “Rahayu Widodo”, Surono dan Ketua Kelompok Tani “Utomo” Gejayan, Widodo dengan Direktur “Syariah Hotel Solo” Andi Yulianto.

Dalam kerjasama tersebut, Gapoktan “Rahayu Widodo”, Mojopuro, Wuryantoro, Wonogiri, akan menyediakan beras premium, dan Kelompok Tani “Utomo” Gejayan, Cepogo, Boyolali akan memasok kebutuhan sayuran kepada Syariah Hotel Solo yang akan membeli produk petani dengan harga pasar.     

Karena terbukti dapat meningkatkan pendapatan petani dengan memotong rantai distribusi, dan pihak hotel dapat memperoleh beras, kopi dan sayur segar dengan kualitas prima, maka kedepannya kegiatan kemitraan usaha antara petani dan pihak hotel di Jawa Tengah akan semakin difasilitasi. 

Diluar keberhasilan program kemitraan usaha tersebut, masih ada tantangan yang harus diselesaikan yaitu bagaimana mengkondisikan Gapoktan atau Kelompok Tani agar dapat meningkat kelasnya. Dari yang semula hanya sebagai unit produksi, dapat berkembang menjadi unit agribisnis tangguh yang konsistensi terhadap mutu hasil, kontinyuitas pasokan, dan kepercayaan.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018