Monday, 08 August 2022


KWT Cahaya Binuang, Menolak Cabai Terbuang

29 Jul 2022, 15:22 WIBEditor : Herman

KWT Cahaya Binuang Desa Tambaksari kecamatan Wanareja kabupaten Cilacap, | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Kalau sekarang petani cabai di desa Tambaksari sedang menikmati harga cabai yang tinggi, bukan berarti mereka terlena dan terlupa bahwa setiap saat harga cabai bisa anjlog lagi. Tidak sekali dua kali mereka harus gigit jari, sedemikian rendah cabai dihargai bahkan untuk ongkos petik saja tidak mencukupi.

Namun sekarang ada Kelompok Wanita Tani (KWT) “Cahaya Cibinuang” yang tangkas mengawal harga cabai hasil panen suami-suami mereka. KWT yang berdiri sejak tahun 2020 ini mengelola 1 unit pengolah bubuk cabai lengkap dengan rumah produksi, bantuan dari Kementrian Pertanian.

Desa Tambaksari kecamatan Wanareja kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memang terkenal sebagai desa  penghasil cabai dan gula aren yang ternama di kawasan Cilacap Barat.

Kedua hasil pertanian tersebut menjadi andalan utama pendapatan petani disana, disamping sayur mayur lain yang memang cocok ditanam di desa dataran tinggi ini. Salah satu Kelompok Tani yang dibentuk adalah Kelompok Tani Karya Muda dibawah pimpinan Waskim.

Pada tahun 2016, didampingi Surur Hidayat, Penyuluh Pertanian pada waktu itu, Waskim dikirim ke Jakarta sebagai Duta Petani Milenial Kabupaten Cilacap. Pada tahun 2020, kelompok tani yang cukup aktif mencari celah kemajuan ini digandeng PT. Perhutani setempat untuk mengembangkan Agrowisata di desanya dengan branding “Agrowisata Cibinuang”

Seiring dengan kunjungan wisatawan ke agrowisata Binuang, maka bermunculan pula warung-warung untuk menawarkan makanan dan minuman serta hasil pertanian didesa Tambaksari.

Nah..KWT’Cahaya Binuang yang sejak semula berdiri memang punya tujuan untuk mengolah, mengembangkan dan memasarkan hasil pertanian didesanya, mendapat tambahan ruang baru untuk kegiatan mereka.

Setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupeten Cilacap, Sekarang ini KWT “Cahaya Binuang” sudah mahir membuat bubuk cabai. Ketrampilan ini akan sangat berguna ketika harga cabai jatuh.

Cabai diolah dulu menjadi bubuk cabai, lalu disimpan, dijual apabila harga cabai sudah membaik. Tidak hanya cabai yang ditangani KWT ini. Mereka juga mengolah dan mengemas gula aren hingga menjadi produk lebih menarik pembeli. Mengolah hasil pisang yang banyak ditanam disini, menjadi selai pisang yang awet dan enak sebagai camilan juga sudah dilakukan.

Mencari pasar

Menurut Siti Waskiah, yang dipercaya teman-temannya untuk menjadi ketua,   KWT “Cahaya Binuang” mempunyai 30 0rang anggota, yang kesemuanya adalah isteri petani.

Keseharian mereka adalah sebagai ibu rumah tangga dan membantu pekerjaan usaha tani suami. Setelah bergabung dalam KWT, ibu-ibu ini mengadakan pertemuan rutin bulanan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Berlatih bersama di kebun kelompok, memahirkan cara bercocok tanam sayuran dan buah-buahan, untuk diterapkan dimasing-masing pekarangan, agar menjadi lumbung pangan lestari.

Siti Waskiah bersama Canti intan sebagai sekretaris dan Rosmiati sebagai bendahara dan pengurus lain giat mengikuti pasar tani, pameran, bazar yang diselenggaran di Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi.

Seperti ketika ditemui di Pasar Tani Distanbun Provinsi Jawa Tengah. Waskiah bersama beberapa pengurus membuka stand untuk menawarkan hasil produk olahan dan pangan sehar mereka.

Mereka rela berangkat tengah malam diantar suami-suami  agar dapat memperkenalkan dan menawarkan berbagai produk desa Tambaksari pada ajang bazar hasil tani yang diselenggarakan pada tgl 22 Juli 2022 di Tarubudaya Ungaran.

Untuk pangan segar, mereka membawa cabai merah, buah jeruk dan belimbin. Sedangkan untuk pangan olahan, mereka bawa gula aren, sirup buah pala, sale pisang, dan permen jahe.

Semangat KWT yang anggotanya relatif masih muda-muda ini tidak diragukan lagi. Dibantu para suami yang tergabung dalam kelompok tani Karya muda, mereka selalu siap secara mandiri mengikuti bazar, pasar tani, pameran atau apapun namanya,  dimanapun diselenggarakan demi memperkenalkan dan mencarikan pasar  produk-produk mereka. 

Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan pelaku utama dengan mengolah hasil dan memotong rantai distribusi.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018