Monday, 08 August 2022


Tangani Stunting, Polbangtan Bogor - Dinas Kabupaten Bogor Gelar Sekolah Lapangan

06 Aug 2022, 14:39 WIBEditor : Gesha

Sekolah Lapang Polbangtan Bogor dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Bogor | Sumber Foto:Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor ---  - Stunting atau gagal pertumbuhan anak karena kekurangan gizi telah melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Stunting diindikasikan oleh pertumbuhan tinggi dan berat badan yang belum sesuai dengan kondisi normal anak-anak sehat pada umumnya. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Bogor.

Mengatasi hal tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapangan (SL) Penanganan Stunting yang berkolaborasi dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM).

Kegiatan Sekolah Lapangan Penanganan Stunting diselenggarakan di tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor. Kelompok sasaran adalah kelompok wanita tani yang berada di daerah yang terpilih. Ketiga desa tersebut adalah Desa Cibalung (Kecamatan Cijeruk), Desa Pasarean (Kecamatan Pamijahan), dan Desa Cogreg (Kecamatan Parung). Rangkaian kegiatan adalah rembug tani yang dilaksanakan pekan lalu  di lokasi KWT masing–masing.

Selanjutnya, adalah kegiatan sekolah lapangan yang berlangsung dalam 4 pertemuan, dan diakhiri oleh kegiatan Farmers’ Field Day (FFD) yang rencananya dilakukan akhir Agustus 2022. Polbangtan Bogor selaku perguruan tinggi di bawah Kementan menyatakan siap berkontribusi melalui dosen–dosen yang memiliki jam terbang tinggi dalam ilmu penyuluhan dan teknis pertanian. Selain itu, Polbangtan Bogor juga menyediakan bahan pembelajaran Sekolah Lapangan berupa benih yang bermutu dan saprodi yang dibutuhkan oleh masing–masing KWT.

Upaya yang dilakukan Polbangtan Bogor ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian Indonesia harus mengarah ke pertanian maju, mandiri, modern. "Petani milenial mempunyai peran penting. Khususnya untuk kemajuan pembangunan pertanian saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

 “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi.

Reporter : Annisa N. Ichniarsyah
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018