Thursday, 22 October 2026


BBPP Ketindan Kenalkan Milenial Pangan Olahan Lokal, Ini Reaksinya  

30 Aug 2022, 14:12 WIBEditor : Yulianto

Siswa SMPIT Insan Permata saat berkunjung ke BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Banyak generasi muda yang engga mau mengerti soal dunia pertanian. Namun saat BBPP Ketindan mengenalkan produk pangan lokal seperti jagung dan ubi menjadi makanan kekinian, beginilah reaksi mereka.

Muhammad Sayidin Pranata, salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insan Permata Kota Malang mengaku heran dan kagum ketika mengetahui dari ubi jalan bisa dibuat mie dan dari jagung menjadi es krim. Bahkan dirinya banyak belajar saat berkunjung ke BBPP Ketindan.

“Saya dan teman-teman tidak menyangka bahwa dari ubi jalar kita bisa membuat mie, dari jagung kita bisa membuat olahan tortilla yang selama hanya bisa dibeli ditoko-toko bahkan jagung bisa diolah menjadi es krim,” katanya saat berkunjung ke BBPP Ketindan, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, Sayid juga bisa mendapatkan pemahaman cara membuat pupuk organik cair dan padat yang bermanfaat sekali bagi tanaman dan lingkungan. “Semoga kami bisa belajar lagi disini dengan ilmu-ilmu yang baru lagi,” tambahnya.

Sementara itu Hazimah Aisyah, siswi dari sekolah yang sama juga mengaku, materi yang diberikan selama mengikuti pelatihan sangat menarik, mudah dimengerti dan bisa diterapkan di rumah. Ia berharap ketika ia dan teman-temannya belajar lagi kesini, ada ilmu baru yang berwawasan global.

Untuk memperkenalkan dunia pertanian dan pembekalan kewirausahaan, SMPIT Insan Terpadu mempunyai cara tersendiri. Dengan tema program penguatan profil pelajar Pancasila, SMPIT Insan Terpadu mengajak Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bekerjasama memberi pembekalan kepada 75 siswanya belajar kewirausahaan bidang pertanian.

“Tujuan dari pelatihan ini agar meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian, serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap pembangunan pertanian. Sehingga mereka bisa menjadi  calon wirausahan bidang pertanian pada masa yang akan datang,” kata Ika Puspitasari, Ketua Tim Kurikulum SMPIT Insan Permata saat menyampaikan maksud dari pelatihan ini.

Selama dua hari berlatih, para siswa belajar teori dan praktik pembuatan es krim jagung, tortilla, permen jelly tomat, mie ubi jalar, pupuk organik padat dan cair. Hal inilah yang membuat semua siswa merasa bahwa belajar tentang dunia pertanian tidak disangka ternyata menarik dan mengasyikkan, tidak seperti bayangan mereka selama ini.

Apa yang disampaikan siswa SMPIT Insan Permata menjadi pelecut bagi BBPP Ketindan untuk berpacu berinovasi dan melahirkan entrepreneur baru di bidang pertanian. Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor mengatakan, generasi muda memang harus disadarkan dan dikenalkan dunia pertanian secara massif melalui berbagai pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bahwa pertanian bisa menjadi pilihan untuk meraih sukses.

“Kewirausahaan memupuk jiwa entrepreneur untuk mendorong setiap orang agar berinovasi, disiplin, tidak menyerah, bermental mandiri dan kreatif. Jadi selama mengikuti pelatihan di BBPP Ketindan, semoga anak-anakku bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman baru,” kata Sumardi Noor dihadapan siswa dan guru pendamping SMPIT Insan Permata.

Kementerian Pertanian secara sungguh-sungguh menumbuhkembangkan generasi muda untuk bisa terjun ke dunia pertanian. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan sejumlah program strategis Kementan untuk menumbuhkan generasi muda agar terjun ke dunia pertanian telah dilakukan.

“Sebagai anak muda harus mampu melakukan, menumbuhkan jiwa yang kuat dalam membangun pertanian sehingga memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia," ujar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedy Nursyamsi mengatakan, tugas BPPSDMP adalah menyediakan SDM  yang unggul inovatif, kreatif, produktif dan berjiwa entrepreneur.

Dedi melihat, masa depan tonggak pertanian dan saat ini ada di tangan anak muda.  Pertanian adalah sebuah masa depan yang pasti dibutuhkan, selama manusia hidup selama itu pula pertanian menjadi suatu kebutuhan. “Pertanian adalah masa depan untuk memimpin pembangunan pertanian Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018