Rabu, 28 September 2022


Eks Napiter Dilatih Budidaya Jagung  

13 Sep 2022, 12:44 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan eks Napiter terorisme di NTB | Sumber Foto:BBPP Ketindan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumbawa--- Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberd Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) membantu pemulihan eks napiter terorisme.

Misalnya melalui pelatihan tematik BNPT Budidaya Jagung di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim Sinergisitas BNPT yang terdiri dari 46 Kementerian dan Lembaga ini berusaha memberikan pembangunan fisik dan non fisik kepada kelompok mantan napiter (narapidana kasus terorisme) dan keluarganya.

Dengan sinergitasitas diharapkan dapat pemberdayaan kelompok tersebut agar sejahtera dan menjadi sebuah solusi untuk menyentuh kalangan kelompok radikal tersebut.  Sebaliknya dengan kehadiran pemerintah, mereka lambat laun menjadi masyarakat yang bangga dengan pemerintah dan negaranya.

Sementara itu Kementerian Pertanian membantu sepenuhnya melalui pelatihan, sehingga program pencegahan terorisme dapat dilakukan dari hulu hingga hilirnya.

"Kami memberikan support penuh kepada BNPT, agar terus kita memotivasi memberikan edukasi yang tepat, semua kegiatan pangan kita berbasis hilirisasi. Hulunya pencegahan (terorisme), hilirnya pembinaan hingga produk jadi," kata Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi.

Pelatihan di Kabupaten Sumbawa dibuka secara langsung Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor. Pada kesempatan itu hadir Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Koordinator Pelaporan BNPT, Eddy Purwanto, Kepala BPP Moyo Hulu dan Kepala Desa Batu Bulan.

Menurut Sumardi Noor, pelatihan ini merupakan tambahan pengetahuan, keterampilan di bidang pertanian yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi jagung di daerah Sumbawa. Pendekatan lunak menjadi strategi yang dianggap berjalan baik dalam menangani persoalan radikalisme terorisme di Indonesia.

“Dengan pemberian dan bimbingan pengetahuan dan ketrampilan, mereka bangkit dari kedukaan masa lalu. Mereka juga dapat merencanakan masa depan yang lebih baik dan mempunyai cinta NKRI serta mendukung pemerintah,” ujar Sumardi.

Sumardi mengatakan, penurunan produksi pertanian di Sumbawa selama ini karena penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia sintetis yang dosisnya berlebihan. Akibatnya, selain produksinya turun, biaya produksi juga meningkat dan tanah semakin gersang.

Saeroji, Widyaiswara yang mengajar pada pelatihan ini mengatakan, dengan pelatihan ini peserta mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diinginkan. Misalnya, bagaimana cara membuat pupuk organik, baik cair maupun padat, membuat PGPR, membuat Trichoderma. “Semua materi ini dapat memulihkan kesuburan tanah dan menekan biaya produksi,” katanya.

Sinergi BBPP Ketindan dan BNPT bertujuan menanggulangi terorisme dalam pendekatan kesejahteraan dengan kebutuhan yang tepat sasaran. Dengan kesejahteraan masyarakat yang baik, dapat mencegah paparan paham radikalisme dan terorisme,” katanya.

Reporter : Saeroji
Sumber : BBPP Ketindan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018