Selasa, 27 September 2022


Mentan Resmikan Asrama PEPI, Pastikan Kualitas SDM Milenial Tangguh

20 Sep 2022, 04:35 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meresmikan Asrama PEPI | Sumber Foto:PEPI

TABLOIDSINARTANI.COM, SINARTANI.CO.ID, Serpong -- Dibawah guyuran hujan deras di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meresmikan asrama mahasiswa mahasiswi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Senin (19/09) untuk memberikan fasilitas sarana prasarana pencetakan SDM Milenial Tangguh di sektor Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu konsep di pembangunan Pertanian masa kini adalah dengan menghadirkan petani milenial. "Agar bonus demografi berupa tenaga dan pikiran muda bisa termanfaatkan semaksimal mungkin melalui anak anak muda yang besoknya memiliki ilmu Pertanian dengan lebih baik dan etos kerja yang lebih terstruktur, " tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin melihat tampilan asrama PEPI

Diakui Mentan SYL, PEPI bersama 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai bagian penciptaan petani milenial, mewakili harapan tersebut. "Hadirnya asrama ini menjadi fasilitas pendukung lulusan PEPI di bidang enjinering Pertanian sekaligus mengenergikan Pertanian di masa yang akan datang, " tuturnya.

Kualitas enjiniring yang dilakukan mahasiswa PEPI yang hadir sejak 2019 pun sudah dibuktikan dengan beberapa inovasi mereka mulai dari instalasi Aeroponik, instalasi smartfarming, hasil olahan, hingga menghasilkan tenaga ahli di bidang enjinering Pertanian. "Kita harus dorong mereka berkreasi. Paling penting adalah kemauan, dan semangat. Paham bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang mempunyai banyak potensi pertanian. Sehingga mereka beragam terobosan inovasi tentunya harus hadir di PEPI dan Polbangtan," urainya.

Mentan SYL pun menantang lulusan dan civitas PEPI untuk bisa menjadi panutan di bidang enjiniring Pertanian. "PEPI tidak boleh kalah ilmunya dengan negara lain, perguruan tinggi lainnya di Indonesia," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi juga mengatakan PEPI siap menjadi Politeknik Enjiniring bertaraf internasional dengan berbagai sarana prasarana yang dimiliki.

"Untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian, PEPI menerapkan komposisi mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Karena itu PEPI dilengkapi sarana teaching factory (TEFA) yang sudah berjalan. Hasil-hasil kreativitas PEPI pun beberapa sudah dihasilkan, " tuturnya.

Prof Dedi menuturkan, lulusan PEPI sebagai qualified job creators dan qualified job seekers di bidang enjiniring pertanian. Sehingga Mahasiswa PEPI setelah lulus selain memperoleh sertifikat Ijazah juga mendapatkan sertifikat uji kompetensi sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Direktur PEPI, Muharfiza menambahkan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengelola tiga (3) program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di PEPI pada saat ini sebanyak 265 mahasiswa dari tiga angkatan ketiga prodi tersebut. Mahasiswa yang belajar di PEPI adalah putera puteri terbaik dari seluruh wilayah Indonesia.

"PEPI siap menghasilkan SDM Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing di bidang enjiniring Pertanian, " tambahnya.

Untuk diketahui, PEPI didirikan sejak 2019 dan menghasilkan tenaga muda yang terampil, terintegritas, dan memiliki jiwa enterpreneur serta berwawasan industri 4.0. diharapkan lulusan pendidikan tinggi vokasi dibidang enjiniring akan dapat mewujudkan sistem pertanian modern dari hulu sampai dengan hilir yang berkelanjutan dan menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing dengan nilai ekonomis tinggi.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018