
Panen Perdana Demfarm Program IPDMIP di Kabupaten Bone
TABLOIDSINARTANI.COM, Bone --- Kegiatan demonstrasi farm (Demfarm) Program IPDMIP di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan memberikan hasil yang menggembirakan. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil panen perdana Demfarm di desa Mallinrung, Kec Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang mencapai berat ubinan 8,3 kg atau setara dengan 13,28 ton/ha GKP.
Setelah menunggu sekitar 115 hari, wajah petani yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri, Desa Mallinrung terlihat ceria. Pasalnya Rabu, (28/9) lahan pertanian mereka yang menjadi lokasi Demfram Proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) akan melakukan panen perdana.
Kegiatan tersebut dihadiri Kadis TPHBun Sulsel, Ir Imran Jausi, M.Pd, Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi, mewakili Manager IPDMIP, Ir, Pamela Fadhilah, MA, Kepala Dinas TPHP Kab. Bone, Andi Asman Sulaiman, hingga petani dan penyuluh dari beberapa daerah di Kab. Bone.
Dalam laporannya, mewakili Manager IPDMIP, Ir, Pamela Fadhilah, MA mengatakan proyek IPDMIP sangat khusus dan tidak banyak Kabupaten yang menjadi bagian didalamnya, Kabupaten Bone adalah salah satu dari 72 Kabupaten yang mendapatkan proyek IPDMIP.
“ Dan beruntungnya Bone juga menjadi salah satu dari 3 daerah terpilih pelaksanaan Demfarm dengan pendekatan sensitive nutrision berbasis close loop,” ungkapnya.
Dijelaskannya Demfarm memiliki beberapa tujuan, yang pertama ialah sebagai pencontohan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan secara terpadu dengan komoditas yang bernilai gizi tinggi untuk memperbaiki rumah tangga petani.
Kedua memberikan percontohan penerapan usaha tani yang dikelola secara berkelompok sebagai satu kegiatan usaha bersama.
“Yang nantinya kita dorong untuk tumbuh menjadi kelembagaan ekonomi petani dan mewujudkan harapan Presiden untuk menjadikan petani memiliki korporasi petani,” ujarnya.
Tujuan lain dari Demfarm ialah sebagai percontohan usaha tani yang didukung secara terpadu oleh para pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir dari sarana produksi pertanian hingga pemasaran.
Pamela juga menambahkan Demfarm bisa sebagai percotohan penerapan teknis pertanian yang diperkenalkan melalui proyek IPDMIP melalui 3 Sub komponen yaitu Peningkatan produktivitas dan layanan, Perbaikan akses pasar dengan pendekatan rantai nilai, dan Peningkatan akses kepada layanan keuangan perdesaan,
Pamela mengaku Denfarm di Desa Mallinrung dilakukan pada lahan seluas 20 hektar dengan support pembiayaan untuk usaha tani sebesar Rp 15 juta per hektar atau sekitar Rp 300 juta. Teknologi yang diterapkan yaitu penggunaan benih unggul padi bersertifikat hibrida Sembada 168 yang memiliki produktifitas tinggi.
“Kami bekerjasama dengan Bappenas dalam hal ini dengan Direktorat Pangan dan Pertanian untuk modernisasi sector beih. Dan pemilihan varietas berdasarka rekomendasi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.” Tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman mengatakan program IPDMIP sangat diterima baik oleh masyarakat Bone dan siap mengawal.
“Kerja keras seluruh petani, jajaran penyuluh BPP Libureng dan sekitarnya serta Kepala Desa yang memberikan beberapa upaya sudah memperlihatkan hasil dari program ini,” ungkapnya.
Andi Asman menegaskan, IPDMIP merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten.
Lokasi kegiatan IPDMIP di Kabupaten Bone meliputi daerah Irigasi Wollangi Kecamatan Barebbo, daerah irigasi Mallinrung Kecamatan Libureng, daerah irigasi Toddanh Jompi dan Wessa Kecamatan Bengo, daerah irigasi Raja Kecamatan Lapri.
Ada juga daerah irigasi Taretta Kecamatan Amali, daerah irigasi Sailong Kecamatan Dua Boccoe dan daerah irigasi Dekko Kecamatan Ponre.
Andi Asma berpesan kepada seluruh kepala desa yang hadir agar menggelontorkan 20 persen dari dana Desa untuk program IPDMIP.
“Ini bisa kita tiru karena kita lihat berhasil, bahwa program ini hanya mempunyai biaya ratusan juta,” ucapnya.
Dikesempatan yang sama Kadis TPHBun Sulsel, Imran Jausi yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan harapan agar program IPDMIP dapat meningkatan kapastas SDM pertanian dengan mendorong transformasi pertanian tradisional ke modern, sehingga bisa meningkatkan produktifitas usaha tani padi di daerah irigasi secara berkelanjut.
“ Kami juga menyampaikan terimaksihkepada selurh PPL dan petani yang telah memajukan sektor pertanian.” Ucapnya menyampaikan pesan Gubernur Sulsel.
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan program IPDMIP sangat tepat dilakukan di Bone. Karena Kabupaten Bone, bukan hanya lumbung padi Sulawesi Selatan tapi juga lumbung padi Indonesia;
“Karena Bone penghasil beras rangking 5 nasional. Prestasi itu hadir sebelum program IPDMIP ini ada, dan sekarang dengan adanya program ini saya yakin membuat Bone bisa masuk di rangking 3 penghasil beras national,” ungkap pria yang akrab disapa Puang Baso tersebut.
Bahkan Andi Fahsar mengatakan, Bone yang saat ini presentase sawah tadah hujan 60 % sawah irigasi 40%, dengan adanya proyek IPDMIP hal tersebut bisa menjadi berbalik dengan 60% irigasi maka bisa menjadikan Bone rangking 1 nasional
“Ini program yang diharapkan masyarakat, disamping ada bibit unggul juga didukung dengan prasarana yang memadai,” ungkapnya.
Andi Fahsar berharap program ini bisa diduplikasi dan direplikasi kepada kelompok tani lain di Bone agar bisa berkembang secara terus menerus.
Sebelum mengakhiri sambutanya Bupati Bone menyampaikan hasil panen ubinan Demfarm mencapi 8,3 kg atau sekitar 13,28 ton/ hektar GKP.