Wednesday, 21 October 2026


Era Digital, Penyuluh Wajib Kuasai Komunikasi Berbasis Tekonologi

10 Oct 2022, 05:55 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh pertanian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Komunikasi yang baik menjadi salah satu yang wajib dimiliki penyuluh pertanian. Dengan era digital ini ketika banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan di internet, penyuluh pun harus mampu memanfaatkan. Sementara banyak petani yang ‘gaptek’ terhadap teknologi.

Di era digitalisasi, semua kegiatan banyak mengandalkan internet. Dengan perubahan sosial secara drastis dalam berbagai struktur kehidupan, termasuk pertanian, penyuluh pertanian pun harus bisa mengikuti perkembangan iptek yang luar biasa cepat.

Dr. Ir. Momon Rusmono, MS, Dosen Polbangtan Bogor mengatakan, perkembangan IPTEK dan TIK tidak bisa direm lagi. Perkembangan ini memunculkan dampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya aset di teknologi lebih banyak efeknya, sehingga terjadi efektivitas dan efisiensi dalam sistem penyuluhan. Tapi dampak negatifnya kebutuhan SDM pun akan berkurang untuk di penyuluhan.

“Karena itu kompetensi penyuluh harus mengikuti perkembangan Iptek. Istilah saya future skill, jadi kompetensi yang terkait dengan perkembangan Iptek harus dikuasai,” kata  Momon saat Pembekalan Penyuluhan Pertanian Nasional dengan tagline Penyuluh Hebat, Pertanian Kuat, Kamis (6/10). 

Menteri Pertanian, ungkap Momon, sudah mengatakan artificial intelligent teknologinya sudah kuat. Ada robotic, data science, internet of thing cloud, bioteknologi dan seterusnya. Maknanya dalam pembangunan pertanian yang utama adalah tanpa inovasi teknologi sulit memperjuangkan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Selain itu penyuluh harus memiliki kemampuan komunikasi yang harus lebih baik, mampu berkolaborasi, mampu punya kemampuan kreativity dan inovasi, serta critical thinking agar mudah menjelaskan kepada petani. Apalagi fungsi penyuluhan adalah menyediakan, mempermudah dan mempercepat proses penyebaran informasi, mempersempit jarak ruang dan waktu, memperluas jejaring dan jangkauan, memberikan layanan secara langsung cepat dan akurat.

“Dengan penyuluhan digital pelaku utama atau pelaku usaha dapat bertukar informasi dan permasalahan dengan pelaku utama pelaku usaha yang berasal di luar wilayah binaan penyuluhnya itu sendiri,” katanya.

Dalam implementasi penyuluhan digital  banyak sekali aplikasi pertanian berbasis android yang dihasilkan. Contoh aplikasi pertanian MyAgrt, agribisnis hortikultura, kalender tanam terpadu, Takeshi dan masih banyak lagi lainnya. Selain aplikasi star up juga ada marketplace yang berorientasi pada marketing yakni Pak Tani digital, Tanihub, Pantai harga, dan Panen ID.

Implementasi yang kedua adanya program Mentan Sapa Pertanian dan Penyuluh Pertanian, Bertani oncloud, Ngobras, dan Pelatihan Sejuta Petani, Program Milenial Agriculture dan penyuluh yang sudah dapat rekor Muri. ”Bahkan saya mengapresiasi ada eselon satu yang rutin setiap minggu melakukan webiner yaitu Propak Tani. Ini kalau bisa dimanfaatkan secara optimal luar biasa,” ucap Momon.

Namun banyak yang masih gagap teknologi (gaptek), sehingga aplikasi banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik. Dari data tahun 2021 Indonesia memiliki 275 juta penduduk yang menggunakan internet 73,7 persen. Namun yang sudah aktif di media sosial 1,8 persen,  pengguna internet di pedesaan 48 persen  dan para petani itu hanya 13,4,5 persen .

Dukungan untuk BPP

Saat ini menurut Momon, program optimalisasi tugas fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian atau Kostra Tani berbasis internet masih membutuhkan dorongan. Adapun permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian antara lain terbatasnya infrastruktur TIK di kelembagaan penyuluhan, kendala keterampilan, rendahnya kualitas SDM pertanian sebagian besar petani, belum mengoptimalnya literasi digital.

Dalam sistem penyuluh tidak hanya dalam segi fisik seperti laptop dan komputer, namun adanya jaringan juga perlu diperhatikan. Sehingga terkoneksi dengan pusat data dan informasi baik yang di Kabupaten, Provinsi maupun dengan BIP Kementerian Pertanian.

“Saya tetap berkesimpulan peningkatan produktivitas pertanian tidak akan berhasil kalau tidak ada pengawalan dan pendampingan penyuluh. Kemajuan iptek ya, kemajuan berarti penyuluh juga harus berani meningkatkan desminasi,” kata Momon.

Namun demikian Momon mengingatkan, penyuluhan dalam berkomunikasi harus memperhatikan komunitasnya, medianya, isi pesannya, feedback-nya, juga dampaknya. Karena itu kemampuan berkomunikasi ini menjadi sangat penting. Selain itu juga penyuluh dapat berkolaborasi jaring kerjasama.

Reporter : Ni'matun
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018