Kamis, 09 Februari 2023


FK P4S Targetkan 1 Kecamatan, 1 P4S

08 Nov 2022, 02:59 WIBEditor : Yulianto

Ketua 2 FK P4S Nasional, Zulharman Djusman (dua dari kiri) saat Fornas P4S di Bali | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Menjadi kelembagaan yang tumbuh dari petani dan untuk petani, P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) menjadi salah satu motor penggerak pembangunan pertanian di desa. Sebagai kelembagaan pelatihan dengan metode pemagangan, pengelola P4S bukan hanya pelaku utama, tapi juga pelaku usaha yang terbilang berhasil.

Dengan niat baik membangun pertanian, para pengelola P4S telah sepakat membentuk Forum Komunikasi (FK) P4S. Bahkan Ketua 2 FK P4S Nasional, Zulharman Djusman mengatakan, pihaknya telah pengelola P4S merangkul aparat desa, kecamatan atau kabupaten/kota yang belum ada P4S-nya. Harapannya akan lahir P4S baru, paling tidak satu kecamatan, satu P4S.

Di Indonesia saat ini baru ada sekitar 1.562 P4S. Namun Zulharman mengakui, beberapa provinsi yang belum ada P4S, apalagi mengacu data kecamatan se-indonesia yang mencapai 7.230 kecamatan. “Ini menjadi pekerjaan berat bagi kami,” katanya saat webinar P4S: Dari Petani Untuk Petani yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Rabu (30/11).

Untuk menggerakkan dan menumbuhkan P4S baru, Zulharman mengatakan, pihaknya juga sedang mendekati Balai Pelatihan Pertanian. Tahun 2022, program kerja jangka pendek FK P4S adalah menumbuhkan P4S di 195 kabupaten/kota, serta penguatan 319 P4S yang berada di kabupaten/kota. Untuk tahun 2023 dan tahun 2024, menumbuhkan P4S baru, minimal satu kecamatan, satu P4S.

“Jika target tahun depan ini separuh saja tercapai, Inshaa Allah kita akan melaksanakan pembaharuan perdesaan. Kami juga akan menumbuhkan model P4S sebagai pembaharu perdesaan, satu provinsi minimal satu model yang juga menerapkan pertanian regeneratif,” katanya.  

Zulharman mengakui, PR (pekerjaan rumah) paling besar untuk menumbuhkan P4S ada di wilayah timur Indonesia yakni di Maluku, karena 11 kabupaten/kota dan Maluku Utara ada 8 kabupaten/kota yang belum ada P4S-nya. Begitu juga Papua ada 29 kabupaten/kota dan Papua Barat ada 13 kabupaten/kota. Sedangkan Sulawesi Tenggara sebanyak 10 kabupetan/kota yang belum memiliki P4S.

“Totalnya ada 195 kabupaten/kota yang belum memiliki P4S. Tapi sudah ada beberapa temen-temen yang mengajukan dan minta untuk dibuat dan dikukukan menjadi P4S. Inshaa Allah satu tahun ini kita akan selesaikan tugas ini, walaupun berat. FK siap untuk melakukan pembinaan sekaligus melakukan pembentukan P4S,” tuturnya.

P4S yang ada saat ini tidak hanya mengelola usaha tani tanaman pangan, tapi juga peternakan, hortikultura dan perkebunan. Bahkan ke depan Zulharman berniat akan menggandeng kelompok petani hutan untuk membentuk P4S.

Ubah Image Pertanian

Sebagai motor pembaharu pertanian di perdesaan, Zulharman berharap, lahirnya P4S dari kalangan petani milenial dan petani pengusaha dapat mengubah image pertanian. Bertani kini tidak harus menggunakan pacul, tapi menerapkan teknologi smart farming. “Selama ini petani beranggapan menggunakan teknologi itu mahal, tetapi kalau menggunakan smart farming awalnya saja yang mahal dan berat, tetapi selanjutnya akan mengurangi modal usaha dan pekerjaan makin ringan,” katanya.

Sebagai penggerak pertanian perdesaan, Zulharman meminta anggoat FK P4S  wajib melaksanakan  pembaharuan di masing-masing pedesaan. Sebab, diirnya melihat beberapa pedesaan saat ini masih menggunakan pertanian tradisional, bahkan pola tanamnya sudah tidak layak lagi.

Karena itu, dengan makin berkembangkan P4S, Zulharman mempunyai angan-angan peran P4S juga semakin meningkat. P4S juga menjadi bagian dalam kegiatan ekspor pertanian. “Kita mendorong beberapa P4S, terutama di bidang pangan mengembangkan kegiatan ekspor hasil pertanian,” ujarnya.

Hadirnya Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) seyogyanya dapat meberikan manfaat bagi masyarakat desa. Karena itu, penyebaran P4S harus terus dilakukan agar kesejahteraan masyarakat desa sebagai ujung tombak pembangunan pertanian semakin meningkat.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018