Kamis, 20 Juni 2024


Penyuluh Pertanian Bali Ikuti Pelatihan Dasar Fungsional

29 Nov 2022, 11:31 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan pelatihan dasar untuk penyuluh di Bali | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar--- Berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan, peran penyuluh pertanian menjadi strategis dalam memfasilitasi proses pemberdayaan pertanian. Karena itu peningkatan kemampuan penyuluh pertanian menjadi sangat penting dan harus terus ditingkatkan.

Salah satu strategi peningkatan kompetensi kerja penyuluh pertanian  adalah melalui Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Provinsi Bali yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Pelaksanaan pelatihan selama 21 hari dari 31 Oktober  sampai 20 November  2022 di Kampus I UPTD Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia BKPSDM Provinsi Bali. Kegiatan diikuti 42  orang penyuluh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali (7 orang); Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan (10 orang); Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung  (1 orang).

Sedangkan dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gianyar sebanyaj 2 orang; Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung (7 orang); Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli (14 orang);  dan Dinas Pertanian, Pangan dan perikanan Kabupaten Karangasem  (1 orang).

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, peserta menggunakan sistem On Job Training (OJT) di wilayah binaan masing-masing. Selama tujuh hari di lapangan, mereka melakukan kegiatan seperti mengaplikasikan materi identifikasi potensi wilayah (IPW) dan agroekosistem, membuat programa penyuluhan pertanian.

Penyuluh juga diminta membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan bahan penyuluhan dan melaksanakan penyuluhan pertanian. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi penyuluhan dan penilaian kelas kelompok.

Selesai kegiatan praktek lapang/ OJT peserta mengumpulkan laporan hasil kegiatan OJT. Namun sebelumnya telah dikonsultasikan dengan pembimbing, baik mentor maupun pembimbing selaku coach. Selain wajib mengumpulkan laporan OJT, semua peserta juga wajib mengikuti uji kompetensi.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengingatkan, pertanian membutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks.  “Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujarnya.

Reporter : Djoko Sumianto/Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018