Kamis, 09 Februari 2023


RKTPP jadi Jajanan Wajib Penyuluh  

29 Nov 2022, 12:09 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan penyusunan RKTPP bagi penyuluh | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jembrana Sebanyak 20 calon penyuluh pertanian pertanian (PPL) Bali mengikuti pelatihan penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP) sebagai bagian rencana kerja penyuluhan di tingkat WKPP yang memuat keadaan wilayah sasaran. Dalam RKTPP memuat masalah dan rencana kegiatan dan monitoring, evaluasi yang dilaksanakan untuk satu tahun kedepan.

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan kerjasama Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Jembrana Provinsi Bali dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Diksar ini merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap PPL.

Salah satu materi disampaikan Asep Koswara, Widyaiswara BBPP Ketindan. Asep mengatakan, sebagai rangkaian rencana kerja penyuluhan pertanian di tingkat WKPP yang memuat keadaan wilayah sasaran. Sedangkan masalah dan rencana kegiatan dan monitoring, evaluasi yang dilaksanakan untuk satu tahun kedepan.

“Dalam menyusun RKTPP, melibatkan pelaku agribisnis antara lain, kontak tani, petani, pihak swasta, LSM, masyarakat penyuluh pertanian dan pemerintah daerah setempat.dengan tujuan dan manfaat,” katanya.

Asep menuturkan, tujuan penyusunan RKTPP untuk menciptakan kegiatan penyuluhan pertanian yang terencana, terorganisisr, terlaksana, terkontrol secara mantap dan berkesinambungan. Selain itu, mewujudkan peningkatkan kualitas kegiatan penyuluhan pertanian di lapangan sesuai denngan kondisi dan aspirasi kebutuhan petani dan  kelompoktani.

Dengan melibatkan banyak pihak dalam menyusun RKTP, Asep berharap, dapat menciptakan kualitas kaharmonisan antara dinas/instansi, terkait dalam kegiatan pembangunan pertanian yang saling mendukung dan menguntungkan bagi semua pihak. Selain itu, percepatan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM bagi petani dan keluarganya serta masyarakat sebagai pelaku agribisnis.

Ia menambahkan, RKTP sangat efektif untuk memberikan pedoman atau acuan dalam penyusunan rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian di tingkat WKPP yang disusun pada setiap bulan. Selain itu, dapat memberikan arahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat WKPP setempat.

“RKTP juga sebagai materi informasi teknologi pertanian dan evaluasi pada kegiatan penyuluhan pertanian untuk tahun ini, serta masukan dan usulan untuk penyempurnaan di tahun berikutnya,” kata Asep.

Seperti diketahui, Sumber daya manusia (SDM) pertanian memegang peran penting dan strategis dalam menggerakkan pembangunan pertanian di seluruh pelosok Indonesia. Elemen SDM pertanian yang terdiri dari aparatur dan non aparatur pertanian menjadi aset esensial dalam menggerakkan masyarakat petani di perdesaan untuk mewujudkan capaian sasaran produksi komoditas pertanian strategis nasional yang menjadi fokus utama dalam pembangunan pertanian untuk lima tahun kedepan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meminta para penyuluh pertanian agar aktif mengawal dan mendampingi petani.  Peran penyuluh sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian bersama petani.

Peningkatan kualitas SDM menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat berperan sebagai regulator, fasilitator dan dinamisator. Pemerintah Daerah berperan sebagai pelaksana pembangunan pertanian yang lebih demokratis dan transparan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan, inovasi teknologi bersama sumber daya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi dan daya saing sektor pertanian. “Inovasi teknologi tersebut dapat diimplementasikan di lapangan, sehingga diperlukan SDM yang handal, profesional dan berdaya saing terhadap teknologi. Disitulah tugas penyuluh,” katanya.

Reporter : Julian
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018