Kamis, 09 Februari 2023


500 RT Petani Bima Ikuti Pelatihan Literasi Keuangan 

29 Nov 2022, 12:33 WIBEditor : Yulianto

Petani Bima mengikuti pelatihan literasi keuangan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bima---Untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, sekitar 500 rumah tangga petani di Bima mengikuti pelatihan literasi dan edukasi keuangan (PLEK). Mereka adalah petani yang masuk dalam proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

IPDMIP merupakan proyek pemerintah yang dilaksanakan khusus di daerah irigasi. Tujuannya untuk mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan pertanian berkelanjutan di daerah irigasi.

Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima Provinsi NTB, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan pelatihan literasi dan edukasi keuangan (PLEK) di 10 titik. Kegiatan berlokasi di delapan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan dua Balai Desa di Kabupaten Bima.

Sasaran yang ingin dicapai program ini yaitu peningkatan ketahanan pangan, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan layanan pertanian, peningkatan pendapatan pertanian, dan peningkatan jasa keuangan, serta kesetaraan gender.

Kegiatan PLEK diselenggarakan sebagai bentuk implementasi dari komponen  peningkatan pendapatan petani di daerah irigasi. Kegiatannya berupa peningkatan jasa pelayanan finansial dan penggunaanya. Komponen ini akan mendukung berbagai usaha tani yang diharapkan mampu mewujudkan petani-petani yang sejahtera.

Selain itu tujuannya adalah untuk menciptakan jalur (pathways) bagi masuknya petani kecil ke dalam sektor keuangan secara normal, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi perdesaan secara luas. Hasil yang diharapkan adalah petani penerima manfaat program dan investor terkait dapat menerapkan teknik pertanian modern dan strategi bisnis profesional sebagai hasil dari peningkatan akses kelompok simpan-pinjam dan pembiayaan investasi.

Program ini akan menjamin bahwa 75 persen dari rumah tangga sasaran IPDMIP memiliki akses kepada beberapa jenis layanan keuangan., memiliki kelompok simpan pinjam yang mandiri. Setiap kelompoknya beranggotakan 25 peserta penerima manfaat program.

Pelatihan literasi dan edukasi keuangan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti 500 pasangan rumah tangga petani (1.000 peserta). Mereka terseleksi melalui penetapan calon peserta dan calon lokasi (CPCL) pelatihan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, kemajuan pertanian, bukan hanya ditentukan budidaya dan produksi, juga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan.

Kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan yang rendah mengakibatkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran dalam rumah tangga. Akibatnya pengeluaran lebih besar dari pendapatan yang diterima, sehingga hutang keluarga semakin meningkat.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Literasi keuangan merupakan keterampilan yang penting dalam pemberdayaan masyarakat.

"Juga untuk kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, dan peningkatan inklusi keuangan. Oleh karena itu, perlu peningkatan pemahaman dan keterampilan rumah tangga petani sasaran dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha tani," ujar Dedi.

Reporter : Nurlela/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018