Wednesday, 21 October 2026


Petani Wanayasa Terapkan Smart Farming Dalam Pertanian Nutri Zink

03 Mar 2023, 04:20 WIBEditor : Herman

Panen Padi Inpari IR Nutri Zink di Wanayasa

TABLOIDSINARTANI.COM, Wanayasa --- Penerapan smart farming pada pertanian padi Inpari IR Nutri Zink di Kabupaten Wanayasa berdampak positif. Produktifitas dan harga jual yang lebih tinggi dari varietas lain menambah keyanikan petani dalam menanam padi khusus ini.   

“Petani Wanayasa telah menerapkan smart farming yaitu dengan menggunakan padi Inpari IR Nutri Zink yang merupakan beras khusus untuk mengatasi stunting dengan nilai jual tinggi mencapai Rp 14 ribu dibanding varietas lain di angka Rp 10 ribu,” ungkap Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi saat melakukan panen Padi Inpari Nutri Zink di Desa Taringgul Tonggoh, Wanayasa.

Selain itu, Dedi mengatakan implementasi smart farming petani Wanayasa juga dilakukan pada pemanfaatan sumber air yang maksimal serta pemanfaatan kompos, yang berdampak pada penanaman 3 kali dalam setahun dengan produktifitas 5,6 -6 ton.

“Smart farming itu pertanian efisien dan efektif, yang arahnya itu produktifitas tinggi namun imputnya relatif rendah (efisien). Dan saya lihat implementasi smart farming di Wanayasa sudah bagus,” ujar Dedi.  

Dedi menambahkan penyuluh juga memiliki peran yang besar dalam mendampingi para petani dilapangan. Sehingga petani yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti, yang tadinya belum paham menjadi paham dan yang tadinya belum mampu untuk mengimplementasikan teknologi menjadi mampu.

“Intinya bagaimana mengajak petani mengimplementasikan inovasi teknologi dan lain sebagainya yang terkait pertanian, agar petani bisa berproduksi dengan baik. Penyuluh juga harus menghubungi offtaker, penggilingan padi dan wajib mendampingi petani olah paska panen sehingga mendapat harga yang layak,” jelasnya.  

Untuk mendukung pertanian padi biofortifikasi seperti padi Inpari IR Nutri Zink, Dedi mengatakan bahwa Badan SDM berperan dalam membina dan mendampingi petani.

“Bersama penyuluh kita beritahukan pada petani bahwa Inpari IR Nutri Zink ini beras fungsional yang mengandung unsur seng yang bisa mengatasi stunting. Selain itu, sekarang tingkat stunting di Jawa barat masih tinggi itu artinya kebutuhan nutri zink juga tinggi,” ujarnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan bahwa tahun 2022 lahan pertanian padi Inpari IR Nutri Zink di Kabupaten Purwarkarta merupakan yang terluas di Jawa Barat mencapai 1.383 ha.

Dari luasan tersebut 770 ha sudah panen sedangkan 572 ha lainnya akan panen di tahun 2023.

“ Setelah kami amati dan kami lakukan intervesi untuk daerah lokus stanting, yang kita bantu dengan varietas Inpari IR Nutri Zink, Alhamdulilah daerah tersebut tidak lagi menjadi daerah lokus stunting, ungkapnya.  

Lebih lanjut Midan berharap kedepannya bisa mendapatkan bantuan untuk kemasan dan penelitian kandungan nilai gizi agar harga jual beras Nutri Zink lebih baik lagi.

 

Reporter : Wawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018