Thursday, 22 October 2026


PENAS XVI Petani Nelayan, Momentum Konsolidasi Hadapi El Nino

11 Jun 2023, 02:13 WIBEditor : Yulianto

Pembukaan Penas XVI Petani Nelayan

TABLOIDSINARTANI.COM, Padang---Pekan Nasional (PENAS) yang sempat tertunda penyelenggaraanya, akhirnya bisa digelar di Kota Padang, Sumatra Barat. Dihadiri puluhan ribu peserta, nelayan dan petani hutan dari seluruh Indonesia, PENAS XVI merupakan momentum yang sangat dirindukan. Bahkan menjadi momentum konsolidasi nasional dalam menghadapi perubahan iklim, khusus El Nino.

Hari-hari yang ditunggu petani dan nelayan seluruh Indonesia akhirnya tiba. Meski dibuka Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Joko Widodo melalui virtual, PENAS KTNA yang berlangsung di Lanud Sutan Syahrir tak mengurangi gairah kontingen yang hadir.

Sekitar 28.000 peserta yang hadir di PENAS XVI Padang, Sumatra Barat akan menyaksikan berbagai kemajuan dan teknologi pertanian, varietas baru yang bisa membuat petani makin maju. Karena  itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, PENAS XVI di Padang, Sumatera Barat menilai, momentum untuk mengkonsolidasi kerinduan.

“Momentum Penas ke adalah momentum legendaris dan sangat ditunggu, serta dirindukan petani nelayan di seluruh Indonesia. Karena kita sudah tiga tahun Penas ini tertunda. Jadi Penas menjadi momentum mengkonsolidasikan keriduan. Hadirnya petani yang makin kompak, makin kuat, makin kokoh. Karena kalau pertanian kokoh, akan kokoh pula bangsa Indonesia,” tutur SYL memberikan semangat peserta PENAS.

PENAS yang dihadiri peserta dari Sabang sampai Marauke bisa mejadi momentum untuk menghadirkan konsepsi pertanian yang lebih baik di seluruh Indonesia. Bahkan menjadi momentum konsolidasi emosional bukan hanya pemerintah dengan petani. Namun juga bagi Pemerintah Daerah di Indonesia dengan petani untuk melihat kemajuan pembangunan pertanian.

Dengan hadirnya mitra petani yang perusahaan pertanian, SYL juga berharap akan terjadi business matching dan transaksi yang berkaitan dengan pertanian akan berjalan. Bukan hanya itu, momentum konsolidasi PENAS ini juga diharapkan akan melahirkan konsepsi pertanian yang lebih baik.

”Kenapa harus lebih baik? Karena pertanian menyangkut hajat hidup orang banyak 260 juta jiwa penduduk Indonesia. Untuk itu perlu hadirnya pangan lebih kuat. Bahkan Presiden menitipkan terima kasih kepada petani di seluruh Indonesia, terima kasih kepada  pelaku pertanian yang ada di sawah. Karena tiga tahun covid ekonomi Indonesia bantalannya adalah pertanian,”  tuturnya.

Menurut SYL, hal itu terbukti dari data ekspor meningkat luar biasa dengan naik 6 persen dari Rp 300 triliun menjadi Rp 665 triliun. Tidak hanya produktifitas yang meningkat, Nilai Tukar Petani pada 2024 sebesar 105, namun pada tahun 2023 sudah berada di angka 111.

Pada kesempatan tersebut, SYL juga mengungkapkan, KUR yang digunakan dibidang pertanian pada tahun 2020 sebesar Rp 55 Trilun dengan NPL 0,03 persen. Sedankgan pada tahun 2021 dari target penyaluran Rp 70 trilun, realisasi KUR sektor pertanian sebesar Rp 85,62 trilun dengan NPL 0,6 persen. “Ini menunjukkan bahwa petani bisa dipercaya untuk menggunakan dana perbankan yang ada,” katanya.

Tantangan El Nino

SYL juga berharap momentum PENAS juga dapat menjawab tantangan kemarau Panjang (El Nino) yang akan berjung pada krisis pangan dunia. Untuk menhadapi El Nino ada beberapa strategi yang harus disiapkan. Misalnya, menjaga air, mempersiapkan air, membuat agar air tidak terbuang begitu saja.

Tidak hanya itu, SYL mengatakan Presiden menggulirkan Taksi Alsintan untuk mempercepat berbagai realisasi menghadapi El Nino. Selain itu juga berbagai varietas tahan kekeringan (INPAGO) yang dipamerkan di PENAS.

SYL mengaku untuk mengantisipasi EL Nino, KTNA memberikan rekomendasi. Salah satunya akan membuat setiap kabupaten ada 1000 hektar sebagai akselerasi percepatan.  “Bapak Presiden mengatakan percepatan tanam bagi lahan yang masih ada airnya dilakukan percepatan tanam, Dan diharapkan lumbung-lumbung pangan kita harus lebih baik dimasa mendatang,” ujarnya.    

Pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Pemerintah mendukung sektor pertanian, dengan komitmen mensejahterakan sektor pertanian.

“Pemerintah telah membangun infrastruktur bendungan untuk penyediaan air, sarana transportasi agar logistic bisa bersaing dan kompetitif, pemanfaatan varietas unggul yang adaptif dalam perubahan iklim,” jelasnya.

Selain itu, menurut Airlangga komitmen Pemerintah dalam pertanian juga di implementasikan dalam penerapan smart agrikultur atau pertanian cerdas, penggunaan alat dan mesin pertanian, pemberian Kredit Usaha Tani oleh perbankan yang saat ini anggaranya mencapai Rp 450 triliun. “Karena itu gunakan sebanyak-banyaknya plafon KUR untuk petani dan nelayana,” ujarnya.

Airlangga menggatakan, PENAS sebagai ajang silaturahmi, promosi hasil pembangunan pertanian, akses teknologi, wadah melakukan evaluasi, dan wadah perkenalan bibit unggul.  Karena itu ia berpesan, petani dan nelayan yang hadir sebanyak 28 ribu bisa memaksimalkan ajang PENAS untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018