Thursday, 22 October 2026


Kementan Lakukan Pengawalan dan Pendampingan Program Genta Organik

08 Jul 2023, 12:03 WIBEditor : Gesha

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya menyempatkan hadir untuk memonitor pelaksanaan program Genta Organik di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bringin, Kabupaten Semarang

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang - Dalam rangka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya menyempatkan hadir untuk memonitor pelaksanaan program Genta Organik di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bringin, Kabupaten Semarang pada hari Kamis (06/07/2023).

"Tujuan Program Genta Organik adalah mengurangi penggunaan pupuk kimia, jangan menggunakan pupuk kimia berlebihan, tapi bukan juga menghilangkan, atau dalam bahasa lainnya adalah bagaimana kita bisa menerapkan pupuk berimbang,”ujar Bustanul.

Kemudian Bustanul menyampaikan bahwa program SL Genta Organik menjadi terobosan untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya pupuk kimia. “ Kemahalan pupuk kimia ini tidak hanya di Indonesia, tapi dibelahan dunia lainnya juga mahal,” lanjut Bustanul.

Dalam akhir sambutannya Bustanul berharap agar program SL Genta Organik ini dapat berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh BPP-BPP lainnya sehingga permasalahan pupuk dapat diatasi oleh petani.

Seperti diketahui, Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo(SYL) mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk sendiri alias pupuk organik. Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan, selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas.

"Belum lagi bahan baku pupuk seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya. Jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan Pemerintah Pusat", ujar Mentan SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan bahwa pemupukan merupakan komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan.

“Salah satu diantaranya menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas”, jelas Dedi.

Dedi juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas.

“Gerakan tani pro organik ditujukan memanfaatkan sepenuhnya pupuk hayati, pembenah tanah dan pestisida nabati, mari terus genjot produktivitas”, ujar Dedi lagi.

Pupuk organik tersebut diharapkan agar tanah-tanah menjadi subur untuk meningkatkan produksi pertanian di saat harga pupuk mahal, menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

 

 

Reporter : Jk/hv
Sumber : Pusluhtan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018