Kamis, 18 Juli 2024


Polbangtan Kementan Menyapa Masyarakat Majalengka dengan Pemupukan Berimbang yang Edukatif

25 Jul 2023, 03:35 WIBEditor : Gesha

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama Komisi-IV DPR menyelenggarakan Bimtek mengenai Pemupukan Berimbang untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di wilayah Provinsi Jawa Barat | Sumber Foto:Polbangtan Bogor

TABLOIDSINARTANI.COM, Majalengka -- Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian  (Polbangtan) Bogor bersama Komisi-IV DPR menyelenggarakan Bimtek mengenai Pemupukan Berimbang untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Bimtek Aspirasi yang dilaksanakan pada Sabtu (22/7) ditujukan sebagai program aspirasi anggota DPR untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka mendukung program pembangunan pertanian yang memprioritaskan petani dan penyuluh pertanian sebagai lokomotif, penggerak, dan pelopor yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri, mampu bersaing, dan berwawasan global. Materi yang disajikan disesuaikan dengan kebutuhan petani milenial dan penyuluh pertanian di Kabupaten Majalengka.

Menurut Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Bogor, Endang Krisnawati, salah satu tantangan di lapangan adalah bagaimana petani memahami tata cara pemupukan berimbang, sehingga pupuk yang digunakan lebih efisien, tidak boros, dan dapat mendorong hasil panen yang lebih baik.

Endang menjelaskan, masih banyak petani yang menganggap semakin banyak penggunaan pupuk urea akan menghasilkan tanaman yang lebih baik. Namun, rata-rata petani di Majalengka menggunakan pupuk urea sebanyak 250 kilogram per hektar, padahal penggunaan yang berlebihan ini dapat membuat kondisi lahan atau tanah menjadi tidak sehat.

Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh 100 peserta, yang terdiri dari petani, penyuluh, milenial, taruna tani, kelompok tani, KWT, dan gapoktan di Kabupaten Majalengka. Selain mendapatkan paparan materi tentang pemupukan berimbang dari narasumber, peserta juga diberikan keterampilan untuk membuat pupuk bokashi dari kotoran ternak melalui demonstrasi kelompok.

Mulyana, salah satu narasumber, menyatakan bahwa pembuatan bokashi memang tidak mudah karena mengharuskan perubahan kebiasaan ketergantungan pada pupuk kimia. Namun, ia menekankan bahwa pembuatan bokashi lebih mudah karena bahan-bahannya tersedia di sekitar kita.

Untuk pembuatan bokashi dari kotoran ternak, Mulyana merekomendasikan penggunaan kotoran domba karena mudah terurai dan aman digunakan. Proses pembuatannya dimulai dengan mencampurkan bahan lain seperti dedak, serbuk gergaji, kapur, Em4, dan gula atau molases.

 

Setelah pencampuran, bahan tersebut mengalami proses fermentasi selama 21 hari di dalam wadah tertutup atau drum (disesuaikan dengan volume pembuatan). Setelah itu, bokashi sudah siap digunakan di lahan persawahan dengan dosis 3-4 genggam atau sekitar 150-200 gram per meter persegi lahan garapan.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berharap bahwa kedepannya pertanian akan  terus memberikan peningkatan kualitas dalam kinerjanya.“Mari kita berikan pelayanan yang prima, peningkatan kinerja pelayanan, dan bekerja sama membentuk jejaring kerja agar program pembangunan pertanian kedepan dapat dilaksanakan sesuai tujuan  yang diharapkan,” ujar Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan yang telah berkinerja baik dan berhasil menorehkan prestasi. “Kita harus bangga. Karena, yang kita kerjakan mendapat apresiasi. Tapi seluruh insan pertanian, baik petani, penyuluh, poktan, gapoktan, juga petani milenial harus semangat untuk menjaga produktivitas pertanian," tutur Dedi.

Reporter : Mulyana
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018