
Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Hilirisasi, kunci emas untuk kemakmuran petani, bukan hanya mengubah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, tetapi juga menggenggam masa depan kesejahteraan pertanian.
Di banyak daerah, petani berjuang untuk mencapai kemakmuran yang layak, sering kali bergantung pada faktor-faktor seperti cuaca yang tidak menentu dan fluktuasi harga komoditas pertanian. Namun, ada satu konsep yang telah muncul sebagai harapan cerah bagi para petani yaitu hilirisasi.
"Hilirisasi, yang menjadi kata kunci dalam dunia pertanian kita, telah membuka pintu bagi peningkatan yang mengesankan dalam pendapatan petani," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi ketika keterangan pers di Jakarta, Kamis (14/9).
Dedi menambahkan, semakin kita bergerak ke sektor hilir, pendapatan petani semakin bertambah. Setiap tahapan produksi menghasilkan penghasilan yang semakin besar.
"Ambil contoh ekspor: produk mentah seringkali memiliki nilai lebih rendah daripada produk olahan yang siap konsumsi. Sebagai contoh, ubi porang yang diolah menjadi shiratake bisa memiliki nilai hingga lebih dari 16 ribu per kilogram!," lugasnya.
Inovasi olahan tentunya membawa peningkatan nilai tambah yang signifikan. Dari gabah menjadi beras, hanya dengan mengolahnya sedikit saja, kita bisa menghasilkan pendapatan tambahan yang menguntungkan petani. Yang lebih menarik, teknologi untuk pengolahan sudah tersedia; yang dibutuhkan hanyalah tekad petani dan bimbingan yang memadai.
Saat ini, pertanian bukan hanya tentang menanam dan menjual hasil panen. Waktu di hulu, dalam persiapan tanah dan penanaman, dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. "Dulu, paradigma adalah "tanam, panen, dan jual." Sekarang, kita harus berpikir "tanam, panen, olah, dan jual," ungkapnya.
Informasi pasar yang akurat adalah alat penting dalam kotak peralatan petani. Data market intelligence dapat diakses oleh petani, membantu mereka membuat keputusan yang cerdas dalam bisnis pertanian.
Untuk sukses dalam dunia pertanian modern, petani harus menjadi wiratani atau berwirausaha pertanian. Ini adalah masa depan pertanian, terutama bagi petani milenial.
Namun, seperti pelaut ulung yang tidak dilahirkan di atas air tenang, pengusaha pertanian milenial juga akan menghadapi tantangan besar dalam perjalanan mereka.
"Semakin ulung seorang entrepreneur pertanian, semakin besar pula kendala yang dihadapinya. Untuk mencapai cita-cita tinggi, kita harus siap berbuat luar biasa, tidak hanya mengandalkan cara-cara biasa," pesannya.
Hilirisasi adalah perjalanan yang melibatkan banyak pihak, dan meskipun penuh dengan kendala, ini adalah upaya yang sangat berarti. Pertanian kita, dengan pendapatan petani yang lebih baik dan inovasi yang terus berkembang, sedang menuju masa depan yang lebih cerah.