Thursday, 22 October 2026


Kerjasama TETO-Kementan, Petani Milenial Jabar Bersiap Magang di Taiwan

14 Sep 2023, 17:24 WIB

Pelatihan Bahasa dan Kultur sebagai persiapan magang di Taiwan oleh TETO

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Sebanyak 33 orang petani Milenial asal Provinsi Jawa Barat berlatih bahasa dan kultur sebagai persiapan magang di Taiwan, hasil kerjasama Taipei Economic and Trade Office (TETO) bersama Kementerian Pertanian.

Sudah dua minggu sejak awal September, Harun Kurnia, M.Salman (Tasikmalaya), Agung Budiman (Sukabumi) bersama rekan-rekan lainnya berkesempatan mengikuti Pelatihan Bahasa Taiwan, Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin sebagai bagian persiapan magang di Taiwan yang akan berangkat Akhir Oktober 2023 mendatang.

"Saya senang disini karena dilatih disiplin, bahasa Taiwan bahkan belajar dari pengalaman alumni Batch 1 yang sudah lulus magang di Taiwan," sebut Agung.

Harun dan Salman menambahkan, dari pelatihan ini saja mereka sudah memiliki teman dan jejaring baru. Apalagi setelah magang dan tinggal bersama petani setempat di Taiwan. 

Salah satu alumni Batch 1 Magang Taiwan, Diana yang kini bergabung dalam Ikatan Magang Taiwan (Ikamata) mengatakan banyak manfaat yang dirinya rasakan setelah bergabung dalam program magang Pertanian di Taiwan. 

"Kerja Pertanian di Taiwan itu memang keras, karenanya harus tangguh dan disiplin. Sikap inilah yang akhirnya membentuk saya pasca magang disana. Kerja jadi sat set sat set. Jejaring juga semakin luas, tak hanya sesama alumni tetapi juga jejaring mitra petani di Indonesia dan Taiwan," sebutnya.

Magang Pertanian di Taiwan merupakan bagian kerjasama Taipei Economic and Trade Office (TETO) bersama Kementerian Pertanian yang membidik petani-petani milenial dari kawasan lokus YESS Program Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. 

"Tahun ini akan ada sekitar 100 orang, sebelumnya di batch 1 dan 2 hanya 50 orang. Mereka akan magang 1 tahun di Taiwan di lahan-lahan Pertanian milik petani setempat," jelas Atase Pertanian dari TETO, Kuo Tsao Kai. 

Ditambahkan Mr. Kai, kerjasama magang tahun 2023 ini merupakan batch ke 3 setelah TETO menjalin kerjasama yang berlangsung di tahun 2019. 

Permasalahan kekurangan SDM Pertanian untuk melanjutkan Pertanian di Taiwan, meskipun memiliki inovasi budidaya yang mumpuni, menjadi alasan TETO membuka kerjasama program magang dengan Indonesia. "Kami lihat Indonesia memiliki program magang ke luar negeri bagi petani Milenial menimba Ilmu dan kesempatan," ungkapnya. 

Mr Kai bercerita, selama magang peserta akan tinggal bersama petani setempat (houses farmer), belajar Pertanian langsung dengan petani, belajar kultur masyarakat Taiwan dan tentunya diberikan upah magang. 

"Peserta magang akan ditempatkan di berbagai sub sektor pertanian seperti hortikultura (sayuran dan buah), tanaman Pangan hingga Peternakan sapi Perah. Tahun kemarin juga ada yang ditempatkan di agriwisata," sebutnya.

Mr. Kai menambahkan, pelatihan bahasa dan kultur sangat penting bagi peserta magang di Taiwan ini, sebab dalam keseharian petani setempat jarang yang berbahasa Inggris sehingga akan kesulitan berkomunikasi. 

Seusai magang di Taiwan, Mr. Kai berharap mereka bisa kembali ke Indonesia dan mengembangkan teknologi Pertanian Taiwan di Indonesia, atau bahkan memperluas Pertanian sendiri dengan smart farming yang menjadi keunggulan Taiwan. 

"Salah satu contoh sukses Magang Taiwan Batch 1, ada yang sudah sukses mengembangkan smart green house di Lembang," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Muhammad Amin mengatakan peserta magang dari Jawa Barat ini berasal dari Kabupaten Subang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. 

"Mereka ini peserta terpilih dari seleksi administrasi, seleksi kesehatan, seleksi wawancara hingga seleksi psikologi (psikotes) yang dilakukan oleh lembaga terpercaya," tuturnya. 

Peserta dari Jawa Barat ini akan menambah petani Milenial dari daerah lainnya di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur yang sudah merampungkan masa pelatihan bahasa dan kultur untuk diberangkatkan ke Taiwan. 

Direncanakan, pelepasan magang Taiwan (Pre Departure) akan dilakukan pada Oktober 2023 mendatang dan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi bersama Kepala TETO John Chen. 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018