Kamis, 18 Juli 2024


Mentan Amran Naikkan BOP : Penyuluh Makin Semangat Nih!

21 Des 2023, 08:58 WIBEditor : Gesha

Menteri Amran melakukan toss dengan penyuluh | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung -- Mentan Amran memberikan gebrakan baru dengan menaikkan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) untuk tahun 2024. Penyuluh pun semakin bersemangat dalam mendorong pertanian ke era milenial.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Biaya Operasional Penyuluh atau BOP penyuluh akan dinaikan dengan menggunakan anggaran yang disisir dari berbagai kegiatan di Kementerian Pertanian.

Kenaikan ini menurut Mentan penting dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi padi dan jagung sebagai kekuatan masa depan bangsa.

"Saya katakan andaikan gaji dan honor saya cukup untuk PPL maka akanku serahkan semuanya. Akhirnya setelah dikumpulkan masuklah Rp 250 miliar untuk satu tahun," ujar Mentan yang disambut riuh gembira para PPL se-Provinsi Lampung di Lapangan KORPRI Lampung, Rabu (20/12).

Meskipun demikian, Mentan Amran menyadari bahwa alokasi dana tersebut tidak akan mencukupi untuk seluruh penyuluh di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan langkah pertama setelah delapan tahun dan berharap upaya penyuluh pertanian dihargai setinggi pahlawan.

"Pidato pertama saya di Kalimantan kemudian ke Jawa Tengah kemudian ke Sumsel suaranya lesu semua. Selama satu minggu aku cek jantungnya, nadinya ternyata BOP-nya kecil selama 8 tahun. Karena itu aku naikan," katanya.

Mentan memandang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak perkembangan sektor pertanian Indonesia. Mereka dianggap sebagai pelaku kunci dalam pencapaian swasembada sepanjang sejarah pertanian di negara ini.

"Aku ini mantan PPL, aku tahu denyut nadi PPL seluruh Indonesia, aku tahu perasaan mereka, aku tahu kebutuhan mereka dan aku tahu perjuangan mereka untuk mengantar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," katanya.

Mentan mengingatkan saat ini merupakan masa tersulit karena hampir semua negara menutup akses pangan bagi kebutuhan negara luar. Sebagai contoh, dia menyebut ada puluhan negara yang hampir mengalmi kelaparan.

Karena itu, Mentan ingin semua persoalan pangan dapat dibenahi satu persatu melalui kolaborasi semua pihak. Termasuk persolan pupuk dan juga pengambilannya yang sebelumnya dianggap rumit karena harus menggunakan kartu tani.

"Kami ingin menyelesaikan persoalan pupuk dengan memutus kerumitan. Hari ini petani dapat mengambilnya hanya dengan menggunakan KTP," jelasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018