Sabtu, 24 Februari 2024


Optimasi SDM Pertanian: Strategi Kunci untuk Maksimalkan Produksi dan Produktivitas

27 Des 2023, 19:37 WIBEditor : Gesha

Kementan berkomitmen untuk menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha. | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Dalam era pertanian yang terus berkembang, mengoptimalkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama bagi kemajuan produksi dan produktivitas. 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menjaga ketahanan pangan di tengah krisis global dan perubahan iklim. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, mereka fokus pada stabilitas harga pangan di pasar.

Kebijakan pembangunan pertanian melibatkan optimalisasi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta penerapan teknologi mutakhir dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pada penguatan produksi komoditas strategis, seperti padi dan jagung, untuk mencapai swasembada dan mengurangi impor.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujarnya.

Mentan Amran optimis bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan, khususnya pada produksi padi dan jagung, dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Dia menekankan keyakinan ini dengan merujuk pada pencapaian tahun 2017 dan 2021, serta mencatat bahwa swasembada harus diperoleh kembali melalui kelanjutan program-program yang berhasil.

Kementan menargetkan produksi beras mencapai 35 juta ton pada tahun 2024, meningkat dari 31 juta ton pada tahun 2023.

Di bidang SDM, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan kegiatan pembinaan penyuluh pertanian dan petani untuk meningkatkan produksi padi dan jagung.

Kementan telah mempermudah Penyuluh Pertanian dan Petani dengan menghilangkan kartu tani dan menggantinya dengan kartu tanda penduduk (KTP) untuk memudahkan akses petani ke pupuk bersubsidi, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi padi dan jagung. 

"Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama," himbau Amran.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan evaluasi kinerja BPPSDMP tahun 2023 dengan tema Kesiapan SDM Pertanian Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung yang dilaksanakan di Lido, Kabupaten Bogor (27/12) menyampaikan, Kementan berkomitmen untuk menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha.

Salah satu program utama Kementerian Pertanian adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial hingga tahun 2024, sebagai langkah mendukung produktivitas, kontinuitas, dan ketahanan pangan.

Dedi lantas mengidentifikasi kompleksitas tantangan, seperti dampak El Nino dan konflik geopolitik, dan menekankan pada peningkatan produksi dan produktivitas pertanian menjadi solusi.

"Ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian. Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian. Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningktan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen", beber Dedi.

Dirinya juga mengajak seluruh SDM pertanian untuk bersatu dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta jagung, sebagai bahan pangan pokok di Indonesia.

Evaluasi pada akhir tahun 2023 diarahkan untuk menilai optimalisasi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan manfaat yang dirasakan oleh petani Indonesia.

"Di akhir tahun 2023, kita kembalikan mindset, tujuan utama kita yakni peningktan SDM pertanian untuk menggenjot produktivitas dan produkai pertanian. kita evaluasi sejauh mana sasaran optimalisasi yang sumber daya manusia yang kita miliki, sebaik apa pemanfaatan teknologi yang dilakukan, dan seberapa manfaat yang dirasakan oleh petani Indonesia", tutup Dedi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018