Jumat, 23 Februari 2024


Peluang Terbuka, Jepang Beri Kesempatan Generasi Muda Bekerja di Pertanian

20 Jan 2024, 20:47 WIBEditor : Yulianto

Sosialisasi magang dan bekerja bidang pertanian di Jepang | Sumber Foto:Pusdiktan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangsel---Pemerintah Jepang membuka kesempatan bagi generasi muda bekerja di bidang pertanian. Dengan teknologi pertanian yang sudah modern, pemuda bisa belajar, bahkan nantinya menerapkan di dalam negeri.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT OS Selnajaya tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Pertanian di Negara Jepang.

Selain itu juga telah dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara SMK PP Sembawa dan SMK PP Banjarbaru dengan PT OS Selnajaya dengan lingkup kerjasama peningkatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Bidang Pertanian.

“Kegiatan ini merupakan upaya konkrit untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusida di bidang pertanian, serta untuk mensinergikan program pengembangan sumber daya manusia,” katanya saat Sosialisasi Peluang dan Kebutuhan SDM Pertanian di Jepang di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Serpong, Sabtu (20/1).

Dalam sosialisasi tersebut hadirnya pejabat Kementerian Pertanian, Perhutanan dan Perikanan Jepang, Instansi Pengelola Pertanian Jepang serta dari National Chamber of Agriculture dan IDACA.

Menurutnya, saat ini sudah ada alumni SMK PP lingkup Kementan yang sedang melaksanakan pelatihan bahasa Jepang di Pusat Pelatihan Bahasa PT OS Selnajaya. Targetnya dapat segera berangkat untuk menjadi SSW (Specified Skilled Worker) atau pekerja berketerampilan khusus di Jepang tahun ini.

“Upaya keras penyiapan alumni Polbangtan dan PEPI sebagai SSW untuk bekerja di Jepang hingga mereka siap bekerja di luar negeri  harus dikawal pelaksanaannya dan pastikan semua berjalan dengan baik,” pesan Santi.

Tiga Mekanisme

Sementara itu, Mr Kohei Aoki dari National Chamber of Agriculture (Kamar Tani Nasional) Jepang mengatakan, ada tiga mekanisme untuk bekerja di bidang pertanian di Jepang yakni, magang teknik, keterampilan khusus 1 dan keterampilan khusus 2.

Untuk magang teknik tujuannya memperoleh keterampilan sambil bekerja di Jepang dengan wkatu maksimal 5 tahun. Peserta magang ada kesempatan pulan ke negara asal. Untuk peserta magang tidak ada ujian. ”Ujian baru dilakukan setelah peserta magang tiba di Jepang. Bagi yang berminat bisa konsultasi dengan SO,” katanya.

Sementara untuk peserta SSW atau keterampilan khusus 1, Aoki mengatakan, adalah untuk bekerja sebagai SDM siap bekerja dengan waktu maksimal 5 tahun. Bidang pekerjaannya adalah pertanian budidaya secara umum dan peternakan secara umum.

”Peserta wajib lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang. Namun jika pernah mengikuti magang teknik di bidang pertanian minimal 2 tahun 10 bulan , dibebaskan dari kedua ujian tersebut,” katanya. Sementara peserta SSW 2, lanjut Aoki, adalah SDM dengan ketrampilan lebih tinggi dari SSW 1. Waktunya pun tanpa batas.

Bagi yang berminat menjadi tenaga kerja di Jepang, Aoki mengatakan beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni usia minimal 18 tahun, kondisi kesehatan bagus dan tidak dikenakan pungutan uang jaminan atau terikat kontrak penetapan denda.  ”Calon tenaga kerja juga wajib lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang,” ujarnya.

Aoki mengakui, saat ini Jepang mengalami pergeseran demografi dengan angka kelahiran menurun dan jumlah penduduk tua bertambah, sehingga terjadi kekurangan tenaga kerja. Ada 12 sektor yang kekurangan tenaga kerja, termasuk pertanian.

Karena itu sejak tahun 2019 telah dibuat status kependudukan kualifikasi berketerampilan khusus untuk menerima SDM mancanegara yang siap bekerja di Jepang dengan dua jenis kualifikasi yakni Keterampilan Khusus 1 dan 2.

Kenapa harus Jepang? Jepang adalah negara dengan tekonologi maju, sehingga setiap pekerja akan bersinggungan dengan teknologi tersebut.  Selain itu, usia produktif masyarakat Jepang menurun, rata-rata penduduknya usianya 49-50 tahun,” tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018