Sabtu, 25 Mei 2024


Wujudkan Ekosistem Wirausaha Pertanian Pedesaan, Kementan Kerjasama Multistakeholder

20 Apr 2024, 14:41 WIBEditor : Gesha

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai PPIU di Jawa Barat rutin mengadakan Milenial Agriculture Forum (MAF) | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai PPIU di Jawa Barat rutin mengadakan Milenial Agriculture Forum (MAF) untuk memfasilitasi para pemuda pedesaan serta mensosialisasikan program pertanian dalam hal wirausaha. Seperti yang diadakan di BDSP Nagrak, Sukabumi pada Rabu (17/4/2024).

Milenial Agriculture Forum adalah ajang mempertemukan para petani muda untuk saling bertukar ilmu baik dalam hal budidaya, maupun pemasaran dan permodalan.

Untuk itu, pada MAF Edisi Sukabumi mendatangkan perwakilan pemerintah setempat dari Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (BEPLITBANGDA), Bank Mandiri selaku permodalan, serta penerima manfaat program YESS.

Lukman Effendy selaku Deputi Teknis Komponen 3 PPIU Jawa Barat mengatakan bahwa dukungan lembaga keuangan dalam ekosistem pertanian di pedesaan bertujuan untuk mewujudkan ekosistem kewirausahaan pertanian di pedesaan melalui kerjasama multi stakeholder secara mandiri dan berkelanjutan.

“Diharapkan kedepannya tetap berkontribusi dalam kegiatan membina petani muda yang saat ini tahapannya bukan hanya individual, namun juga menyasar cluster sampai dengan korporasi. Dukungan dari setiap pihak di kabupaten, dan dinas terkait sungguh dibutuhkan. Termasuk juga dukungan dari penerima manfaat yang sudah berhasil. Kegiatan yang sudah ada sekarang ini diharapkan dapat tetap berjalan. Keberlanjutan itu mudah-mudahan dapat terus dipertahankan," ujar Lukman.

Karenanya, Petani membutuhkan modal untuk mengoptimalkan usaha taninya. Pertanian Indonesia didominasi oleh pertanian rakyat mulai dari ekonomi menengah kebawah. Pemerintah meluncurkan berbagai skema kredit program. Contohnya Kredit usaha Rakyat (KUR).

Eri Abimanyu, pegawai Bank Mandiri Cabang Cibadak mengatakan bahwa dukungan lembaga keuangan dikhususkan untuk rakyat.

Oleh karena itu, Bank mandiri selaku BUMN atau pemerintah memfasilitasi permodalan usaha rakyat melalui program KUR.

“KUR MIKRO dengan Bunga 3 persen untuk pinjaman sampai 10.000.000 selama 1 tahun. Jika pinjaman naik lebih dari 10.000.000 maka bunga 6 persen dengan ketentuan KUR usaha sudah berjalan selama 6 bulan untuk usaha minimum selama 2 tahun”, pungkas Eri.

Sementara itu, Indra Leksono, dari PT. Semen Jawa mengatakan bahwa GESARI memiliki program pemberdayaan masyarakat dijalankan berdasarkan aspirasi dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) diantaranya di bidang pertanian dan peternakan.

“Selain memberikan modal, kami juga memberikan reward jika ada kelompok tani yang maju dan mandiri berupa semen dan uang tunai senilai 10 juta rupiah. Yang bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) kami”, ujarnya.

Seperti diketahui, Program Youth Entrepreneurship And Employment Support Services (YESS) merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan IFAD, yang menyasar para pemuda di pedesaan untuk berwirausaha di bidang pertanian. 

Project Manager YESS PPIU Jawa Barat, Aminuddin mengatakan bahwa Program YESS di Jawa Barat saat ini sudah menyasar kurang lebih 60 ribu penerima manfaat.

“Tentunya ini menjadi modal bagaimana kita bisa membangkitkan perekonomian di Jawa Barat melalui jalur pertanian”, pungkas Amin.

Program YESS akan berakhir di bulan Desember 2024, namun pendampingan pada petani muda masih sangat dibutuhkan.

Untuk itu, support dari stakeholder di daerah maupun pihak dinas masih sangat diharapkan dapat terus terjalin sebagai pendampingan para petani muda untuk memajukan pertanian. 

Seperti yang dikatakan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, yang mengatakan peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui peningkatan kualitas, kapasitas, dan pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, baik penyuluh maupun petani.

Dedi menambahkan, ke depan petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

Reporter : Wisda
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018