Kamis, 18 Juli 2024


Persiapan Petani Menghadapi Risiko Panas di Awal Kemarau 2024

06 Mei 2024, 10:58 WIBEditor : Gesha

Petani sedang memberikan pupuk | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal Mei 2024 akan disertai suhu tinggi selama musim kemarau. Petani telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak panas yang mungkin terjadi pada bulan ini.

Kepala Pusat Pembenihan Nasional Serikat Petani Indonesia (SPI), Kusnan mengungkapkan petani telah mengambil langkah antisipasi serupa dengan yang dilakukan saat menghadapi El Nino.

"Kami telah mempersiapkan mitigasi jika terjadi gelombang panas. Berdasarkan pengalaman saat El Nino sebelumnya, kami telah menyiapkan sumur bor dan pompa air untuk mengairi tanaman jika diperlukan," paparnya.

Dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh para petani, Kusnan mengakui bahwa terjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan cerdas iklim kepada petani, sehingga mereka dapat lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

"Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan cerdas iklim bagi petani, sehingga mereka dapat lebih memahami pola iklim dan mengetahui tanaman atau varietas yang cocok saat terjadi perubahan iklim," jelasnya.

Saat ini, Kusnan menyatakan bahwa belum ada tanda-tanda gagal panen akibat cuaca panas. Namun, dia menambahkan bahwa komoditas seperti jagung, holtikultura, tembakau, dan buah-buahan kemungkinan akan terdampak, meskipun tanaman padi belum menunjukkan dampak signifikan.

Namun, Kusnan tak menutup mata terhadap potensi dampak buruk yang perlu diantisipasi ke depannya.

"Jika cuaca panas terjadi secara berturut-turut sepanjang musim tanam kedua ini dan tanpa adanya hujan, produksi akan mengalami penurunan terutama di lahan tadah hujan karena kekurangan air," ungkapnya.

"Resiko gagal panen, biaya produksi yang lebih tinggi, serta masalah hama dan penyakit yang sulit dikendalikan juga menjadi perhatian," tambahnya.

BMKG memastikan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia pada awal Mei 2024 bukanlah hasil dari heatwave atau gelombang panas.

Mereka memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, sekitar 63,66 persen zona musim, akan memasuki musim kemarau dari Mei hingga Agustus 2024.

"Saat memasuki bulan Mei, sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki awal musim kemarau sementara yang lain masih berada dalam periode peralihan musim atau pancaroba," ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

"Karena itu, potensi suhu panas dan cuaca cerah di siang hari masih akan mendominasi secara umum pada awal Mei 2024," tambahnya dalam siaran pers.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018