Jumat, 14 Juni 2024


Olah Pangan Lokal, Fokus P4S Cahaya Duta Palili

28 Mei 2024, 09:52 WIB

Biskuit dari olahan sagu | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Polewali Mandar --- Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Cahaya Duta Palili memiliki fokus yang kuat pada pemanfaatan sumber daya lokal. Melalui pendekatan ini, program ini tidak hanya menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan lingkungan.

Kabupaten Polewali Mandar, sebuah destinasi tersembunyi di Sulawesi Barat, menyimpan potensi alam yang mengagumkan. Di antara panorama alamnya yang memukau, keberadaan Pangan Lokal masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Salah satunya dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Cahaya Duta Palili dari Desa Bunga-bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, yang mengembangkan Pangan Lokal berupa olahan tepung sagu seperti cendol sagu, tortilla sagu, kassipi sagu, tempe sagu, bahkan biskuit sagu.

"Ide mendirikan usaha produksi tepung sagu ini bermula dari penggunaan daun pohon sagu hanya untuk atap dan pakan ternak, dianggap tak menguntungkan, padahal pohon sagu sangat bermanfaat," ungkap Ketua P4S Cahaya Duta Palili, Sunarsi.

P4S yang dibina oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku mengolah tepung dari batang sagu yang produktif. "Sagu tersebar di banyak kecamatan di Polewali Mandar. Kami memutuskan untuk membuat pabrik pengolahan tepung sagu agar bisa dimanfaatkan lebih lanjut oleh pengrajin makanan tradisional dan produsen biskuit," tambahnya.

 

Sunarsi bahkan menegaskan bahwa sagu di Polewali Mandar sering dianggap tak berharga, padahal dengan pengolahan menjadi tepung sagu, dapat meningkatkan nilai tambah dari sagu tersebut.

Dia mengakui bahwa proses panjang pembuatan tepung sagu kadang-kadang tidak sebanding dengan harga penjualannya. "Kapasitas produksi kami per bulan bisa mencapai 3-5 ton," ungkapnya.

Sebagai fokus utama dan satu-satunya pengolah Pangan Lokal di daerah tersebut, P4S sering menjadi tempat belajar bagi para pengolah sagu di Indonesia serta bagi siswa magang. "Kami memiliki asrama dan berbagai fasilitas lainnya, bahkan menjadi tempat studi lapangan bagi mahasiswa agroteknologi dari Sekolah Pertanian dan Universitas," katanya.

Proses Panjang

Sunarsi menjelaskan langkah awal dalam pembuatan tepung sagu adalah memilih pohon yang tepat. Pilih pohon yang sudah cukup matang untuk ditebang, dengan mempertimbangkan usia dan ukurannya. Pohon sagu yang siap dipanen biasanya berusia antara 8 hingga 10 tahun, dengan tinggi rata-rata sekitar 10 hingga 11 meter.

Setelah membersihkan batang sagu dari pelepah daun dan duri-durinya, langkah selanjutnya adalah memotongnya menjadi potongan-potongan sepanjang sekitar satu meter. Potongan ini sering disebut sebagai "tual" oleh masyarakat setempat. Proses pemotongan ini mempersiapkan batang sagu untuk tahap pengolahan selanjutnya dalam pembuatan produk sagu.

Setelah potongan tual sagu dipersiapkan, langkah berikutnya adalah mengupas kulitnya menggunakan sebilah kapak dan membaginya menjadi empat hingga lima bagian. Kemudian, tual yang sudah dipecahkan tersebut akan diparut menggunakan mesin parut.

Setelah proses peracikan selesai, tual yang telah diolah akan dicuci untuk menghasilkan sagu cair. Proses pencucian dilakukan dengan menampung serbuk sagu hasil parutan dalam sebuah bak yang dilengkapi dengan kipas untuk memutar air. Air yang telah bercampur dengan pati sagu akan keluar melalui pipa yang telah disaring, menghasilkan sagu cair.

Langkah berikutnya adalah pembekuan sagu cair. Sagu cair ditampung dalam sebuah bak atau "ube" dan dibiarkan membeku selama sekitar dua minggu. Setelah pembekuan, sagu basah akan terbentuk.

Proses terakhir adalah pengeringan sagu basah untuk menghasilkan tepung sagu. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan oven atau dengan menjemur di bawah sinar matahari. Setelah proses pengeringan selesai, tepung sagu siap digunakan. Dengan demikian, proses pembuatan tepung sagu dari batang sagu telah selesai.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018