Wednesday, 21 October 2026


Genjot Semangat Antisipasi Darurat Pangan Nasional, BPPSDMP Kembali Giatkan Pelatihan Sejuta Petani

30 May 2024, 10:39 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam Konferensi Pers "Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh : Antisipasi Darurat Pangan Nasional", Kamis (30/05)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam meningkatkan kompetensi penyuluh petani dan babinsa khususnya dalam menggenjot semangat peningkatan produksi pangan untuk mengantisipasi Darurat Pangan Nasional, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, 5-7 Juni 2024 mendatang. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam setiap kesempatan terus mengingatkan, Krisis pangan global semakin memprihatinkan, dengan 900 juta orang dan 60 negara di dunia menghadapi kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan.

"Kondisi dunia sekarang, bukan hanya Indonesia, terjadi krisis pangan. Ada peningkatan pemanasan global. Yang kelaparan di dunia saat ini kurang lebih mendekati satu miliyar penduduk dan ada 44 negara di dunia yang terancam kelaparan saat ini," ungkap Mentan Amran. 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam Konferensi Pers "Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh : Antisipasi Darurat Pangan Nasional", Kamis (30/05) mengatakan di Indonesia saja Produksi beras mengalami penurunan signifikan pada tahun 2023, dari 31,75 juta ton menjadi hanya 30,20 juta ton.

Sedangkan dengan konsumsi bulanan sebesar 2,6 juta ton, dalam satu tahun, maka kebutuhan beras adalah 31,2 juta ton. "Indonesia defisit 1 jutaan ton kekurangan beras, " tegasnya. 

Di saat yang sama, 2,5 juta ton beras tidak dapat diserap oleh pasar, sementara pasokan global beras semakin menipis karena produsen utama seperti Thailand, India, Vietnam, dan negara lainnya membatasi penjualan produksi mereka secara global.

"Solusi krisis pangan ini harus produksi pangan sendiri. Dengan petani kita sendiri di lahan sawah kita sendiri. Alias kita harus swasembada," sebutnya. 

Dedi menghitung, untuk mencegah krisis pangan terjadi di Indonesia, Indonesia minimal harus menghasilkan 2,6 juta ton beras, yang setara dengan 5,2 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau memanfaatkan luas panen sebesar 1 juta hektar atau luas tanam sebesar 1,1 juta hektar. 

"Sekarang kondisinya masih kurang dari 1,1 juta hektar tanam. Semoga di bulan Mei 1,1 juta hektar bisa tertanam, " harapnya. 

Dedi kemudian menguraikan 3 langkah strategis yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam Antisipasi Darurat Pangan Nasional yakni Peningkatan Indeks Pertanaman dan Luas Tanam, Optimalisasi Lahan Potensial (lahan rawa dan tadah hujan) melalui Pompanisasi, hingga Intercropping pada lahan perkebunan yang belum menghasilkan. Sehingga ada peningkatan luas tambah tanam, luas panen, peningkatan produksi GKP hingga akhirnya bisa swasembada. 

Dedi berhitung jika ada penambahan luasan 2 juta hektar dari lahan-lahan potensial tersebut, maka ada 8 juta ton GKG atau setara dengan 4 juta ton beras yang dihasilkan dari lahan-lahan tersebut. "Kalau ini bisa bertahan minimal 3 tahun saja, sudah bisa surplus dan swasembada beras kembali, " tukasnya. 

Karenanya, Pelatihan Sejuta Penyuluh dan Petani kembali diadakan BPPSDMP bersama sama bergandengan tangan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produksi pangan Indonesia agar tidak impor lagi.

Dalam kegiatan yang akan diadakan langsung dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang, 5-7 Juni 2024 mendatang ini akan diikuti oleh lebih dari sejuta petani, Penyuluh bahkan Babinsa seluruh Indonesia melalui live zoom. 

Dedi pun mengapresiasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Babinsa yang ikut berpartisipasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang diusung Kementerian Pertanian, salah satunya dalam bentuk Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh : Antisipasi Darurat Pangan Nasional. 

"Kegiatan ini tentu sangat penting dan akan sangat bermanfaat bagi para Babinsa. Melalui pelatihan ini, diharapkan kapasitas dan keterampilan Babinsa semakin meningkat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang digencarkan di wilayah binaan masing-masing, " jelas Dedi. 

Dedi menegaskan, Pelatihan ini penting sebab Ketahanan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan. "Kita sama-sama melakukan agar di tahun 2024 ada luas tambah tanam 2 juta hektar dengan menghasilkan 4 juta ton beras," pesannya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018