Wednesday, 21 October 2026


Polbangtan Kementan Siap Manfaatkan Teknologi untuk Wujudkan Swasembada Pangan

01 Aug 2024, 16:24 WIBEditor : Gesha

Meramaikan rangkaian Dies Natalis yang ke-6, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Seminar Nasional pada Rabu (31/7) secara hybrid di Aula Kampus Cibalagung.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Meramaikan rangkaian Dies Natalis yang ke-6, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Seminar Nasional pada Rabu (31/7) secara hybrid di Aula Kampus Cibalagung.

Seminar yang mengusung tema Pertanian Modern Mendukung Swasembada Pangan ini mendatangkan para ahli di bidang pangan, baik akademisi maupun praktisi.

Diantaranya Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS; Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, PhD; Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah; drh. Ismau Alim; dan Prof. Dr. Lukman Effendy, M.Si.

Hadi Susilo, Guru Besar IPB, menjelaskan bahwa Internet of Things (IoT) dapat menjadi solusi untuk berbagai masalah pertanian. Dalam konteks pertanian, IoT dapat mengoptimalkan dua bidang utama.

Pertama, ada pertanian presisi, yang menggunakan pendekatan berbasis IoT untuk membuat pengelolaan tanaman menjadi lebih terkontrol dan akurat.

Dengan teknologi ini, petani dapat memantau dan mengelola tanaman dengan lebih efisien.

Kedua, peternakan ternak presisi, yang memungkinkan peternak memantau kebutuhan individu hewan dan menyesuaikan nutrisi mereka.

Teknik ini dapat membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan kawanan secara keseluruhan.

Dengan teknologi modern, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan cita-citanya menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045 dan bisa melakukan swasembada pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.

Seperti diketahui, Teknologi modern yang digunakan dalam bidang pertanian memudahkan petani berbudidaya sehingga kegiatan berusahatani berjalan lebih efisien.

Selain itu, teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi petani milenial agar mau terjun ke dunia pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama dalam pembangunan pertanian.

Menurutnya, SDM pertanian harus memiliki kualitas yang unggul.

"Ada empat kunci untuk menjadikan SDM kita mumpuni: bekerja dengan sepenuh hati, fokus, cepat, dan berorientasi pada hasil," kata Amran.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa untuk membuat sistem pertanian lebih tangguh, perlu diterapkan langkah-langkah yang spesifik sesuai dengan sistem dan kondisi lokal.

"Petani, penghuni hutan, nelayan, dan semua pihak dalam rantai pasok harus mengadopsi tindakan yang sesuai dengan keadaan masing-masing," tambah Dedi.

Reporter : Wsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018