Jumat, 16 Januari 2026


Bupati Pinrang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Pertanian Berkualitas

18 Mar 2025, 13:06 WIBEditor : Herman

Bupati Pinrang Irwan Hamid

TABLOIDSINARTANI.COM, Pinrang – Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos., menegaskan bahwa kerja keras dalam sektor pertanian harus didukung dengan kolaborasi yang kuat demi mencapai hasil produksi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pertanian di Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Selasa (18/3). Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian, terutama dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga penyuluh, dan petani agar pertanian di Pinrang terus berkembang dan semakin maju.

“Petani kita membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. Peran tenaga penyuluh sangat krusial karena merekalah yang berinteraksi langsung dengan petani di lapangan. Keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada sarana produksi, tetapi juga pada bagaimana ilmu dan inovasi bisa sampai ke petani dengan baik,” ujar Bupati Irwan.

Selain optimalisasi peran penyuluh, Bupati Irwan juga menyoroti pentingnya evaluasi dan verifikasi data pertanian secara berkala.

Ia menekankan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran, mulai dari alokasi pupuk bersubsidi hingga strategi peningkatan produktivitas lahan.

“Evaluasi dan verifikasi data harus terus dilakukan agar kita memiliki gambaran yang jelas dalam menyusun strategi pertanian ke depan. Ini adalah bagian dari upaya kita menciptakan pertanian yang lebih unggul, maju, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, Bupati Irwan mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, pemenuhan kuota pupuk bersubsidi terus mengalami peningkatan. Hingga akhir periode pertamanya, kuota pupuk bersubsidi telah mencapai lebih dari 75 persen.

“Capaian ini tentu bukan hasil kerja sendiri, melainkan kerja bersama antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh, dan petani itu sendiri. Ke depan, kita akan terus berupaya agar kebutuhan petani semakin terpenuhi dengan optimal,” tegasnya.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018