Monday, 09 February 2026


Berkontribusi Percepatan Swasembada Pangan, Kementan Terjunkan Mahasiswa MBKM di 4 Provinsi

15 Apr 2025, 14:46 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan mahasiswa Polbangtan YOMA ke lokasi MBKM di 4 provinsi

TABLOIDSINARTANI.COM, YOGYAKARTA---Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong percepatan swasembada pangan. Untuk mendukung upaya tersebut Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menerjunkan 309 mahasiswa ke lapangan. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan praktek langsung di lapangan diharapkan mahasiswa Polbangtan juga ikut berkontribusi pada percepatan target swasembada pangan. Sekaligus memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan menghadapi situasi di lapangan. 

Mereka adalah 158 mahasiswa jurusan pertanian yang dilepas pada Senin (14/4). Menyusul 136 mahasiswa jurusan peternakan yang sudah dilepas pekan lalu. Ada empat lokasi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Beltung.

Di kesempatan sebelumnya, 15 mahasiswa juga telah lebih dulu diberangkatkan ke Bangka Belitung sebagai Pendamping Brigade Pangan.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda.

“Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” ungkap Amran.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut MBKM menjadi jalan untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi muda.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan," jelasnya.

Saat melepas mahasiswa MBKM, Wakil Direktur 1 Polbangtan YOMA, Endah Puspitojati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan swasembada pangan.

“Kami sudah menyesuaikan kurikulum MBKM dengan target swasembada pangan. Terutama pada deskripsi beberapa mata kuliah, lebih ditekankan pada komoditas padi,” papar Endah.

Ia menambahkan, mahasiswa juga telah dibekali dengan keterampilan budidaya dan pasca panen. Salah satunya dengan mengunjungi Gapoktan yang sudah maju, untuk mempelajari penggilingan padi hingga hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mendampingi petani selama 4 bulan di lapangan.

“Untuk mendukung lokasi Brigade Pangan Jawa Tengah, kami terjunkan mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo, Wonosobo, dan Boyolali.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan YOMA, Sumaryanto mengatakan, bahwa MBKM menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk berlatih di dunia kerja sesungguhnya.

“Dalam melakukan MBKM kalian akan belajar di dunia kerja yang sesungguhnya, ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi diri kalian masing-masing," katanya. 

Reporter : YW/Os
Sumber : Polbangtan Yogyakarta-Megelang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018