
Meski suasana Lebaran menyelimuti negeri, Polbangtan Kementan tetap siaga di lapangan, memastikan program swasembada pangan tetap berjalan tanpa jeda demi ketahanan pangan nasional.
TABLOIDSINARTANI.COM, Muaro Jambi -- Meski suasana Lebaran menyelimuti negeri, Polbangtan Kementan tetap siaga di lapangan, memastikan program swasembada pangan tetap berjalan tanpa jeda demi ketahanan pangan nasional.
Ketika sebagian besar masyarakat menikmati libur Lebaran, jajaran Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor justru turun langsung ke lapangan.
Mereka tidak sekadar memantau dari kejauhan, tapi benar-benar hadir di tengah sawah, mendampingi petani yang baru saja bangkit dari bencana banjir.
Pada Kamis (3/4), Direktur Polbangtan Bogor bersama Wakil Direktur III dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi meninjau langsung kondisi persawahan pasca banjir di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
Genangan air memang telah surut, tapi dampaknya masih membekas. Lahan-lahan perlu dipulihkan, dan itu tak bisa menunggu hari kerja biasa.
Tak berhenti di situ, pada Sabtu (5/4), rombongan Polbangtan kembali bergerak ke wilayah Tanjung Jabung Barat.
Di sana, mereka memantau progres pengolahan lahan dan penanaman yang menjadi bagian penting dari program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).
Kegiatan ini dilakukan secara intensif, menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat pemulihan pertanian dan menjaga ketahanan pangan di Provinsi Jambi.
Lebih dari sekadar kunjungan simbolik, para pimpinan ini ikut terlibat langsung dalam proses pengolahan lahan.
Dengan mengoperasikan traktor roda 4, mereka bahu membahu bersama Brigade Pangan Duta Muda, sekelompok anak muda yang menjadi ujung tombak regenerasi petani.
Kebersamaan itu memunculkan pemandangan penuh harapan: mesin pertanian berjalan, lahan digarap, dan semangat gotong royong tumbuh di tengah lumpur yang masih basah.
Tak pelak, kehadiran para pimpinan dari dunia pendidikan dan pelatihan pertanian ini menjadi motivasi tersendiri bagi para petani.
Semangat petani dan anggota Brigade Pangan tampak menyala, memperlihatkan kemajuan nyata dalam persiapan musim tanam yang akan datang.
Sinergi antara Polbangtan Bogor, Bapeltan Jambi, petani lokal, dan anak-anak muda pertanian menjadi bukti bahwa swasembada pangan bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan gerakan nyata dari akar rumput.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan pada Desember 2024, ia menyatakan kesiapannya untuk bekerja lebih keras demi mencapai tujuan tersebut.
“Kita malu kalau tidak kerja keras. Kalau Presiden kerja 10 jam, saya katakan 'Aku kerja 20 jam'. Itu tekadku, Insyaallah swasembada, kita akan rebut dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Amran.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian melalui peningkatan intensitas tanam.
Ia menyoroti bahwa keberhasilan program pangan sangat bergantung pada sinergi lapangan dan kesiapan sumber daya manusia.
Kunjungan ini menjadi simbol dari etos kerja baru: libur bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan semangat kolaboratif dan aksi nyata di lapangan, swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi, tapi tujuan yang semakin dekat.