Program YESS Kementan bikin dunia terpukau! Dari India hingga Rwanda, semua kepincut lihat Indonesia sukses cetak petani muda jadi wirausaha keren dan inovatif di desa!
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Program YESS Kementan bikin dunia terpukau! Dari India hingga Rwanda, semua kepincut lihat Indonesia sukses cetak petani muda jadi wirausaha keren dan inovatif di desa!
Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung dunia! Kali ini lewat Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang sukses menyita perhatian delegasi internasional dalam forum South-South and Triangular Cooperation (SSTC) 2025.
Tak tanggung-tanggung, perwakilan dari India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, hingga Rwanda secara khusus datang untuk menyaksikan langsung keberhasilan program ini.
Program YESS bukan sekadar proyek biasa. Ia kini menjadi contoh konkret bagaimana pemuda pedesaan bisa menjadi motor perubahan dalam pertanian modern.
Dalam forum SSTC 2025, sebanyak 12 peserta dari lima negara sahabat berkunjung ke lokasi-lokasi binaan YESS untuk melihat langsung dampak program yang telah berjalan selama lima tahun ini.
“Ini pengakuan yang luar biasa. Bukan cuma untuk institusi kami, tapi terutama untuk pemuda desa yang telah membuktikan bahwa mereka bisa menjadi wirausahawan dan inovator,” ungkap Muhammad Amin, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyambut hangat apresiasi internasional ini. Ia menyebut pemuda sebagai pilar penting untuk mempersiapkan Indonesia sebagai negara emas pada 2045.
“Mereka yang hari ini kita dampingi, 20 tahun lagi akan memimpin republik ini. Kita harus bantu mereka menjadi lebih hebat dari kita,” kata Amran dengan penuh harap.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya ekosistem pendukung untuk menumbuhkan minat pemuda terhadap dunia pertanian. Pendampingan intensif, pelatihan, akses pasar, dan kemudahan permodalan menjadi faktor kunci.
“Program ini dirancang untuk memperluas peluang kerja dan mendorong kewirausahaan di desa-desa,” jelas Idha.
Sejak diluncurkan, Program YESS telah menjangkau lebih dari 309 ribu pemuda di berbagai wilayah. Dari angka tersebut, sebanyak 75.158 di antaranya berhasil mengembangkan usaha berbasis pertanian secara mandiri.
Tak hanya itu, sebanyak 43.517 pemuda mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan berkat keterlibatan mereka dalam program ini.
Bahkan, sebanyak 11.436 alumni pendidikan vokasi (TVET) telah terserap di sektor pertanian, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 11.000 orang.
Sebagai tuan rumah kegiatan SSTC 2025, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menunjukkan kiprah nyata pendidikan vokasi dalam mencetak generasi petani modern.
“Polbangtan menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi bisa menjembatani kebutuhan industri dan potensi desa,” puji Amin.
Tak hanya mengajarkan cara bertani, Polbangtan juga membekali pemuda dengan wawasan bisnis, inovasi, dan digitalisasi—membuat profesi petani makin keren dan menjanjikan.
Program YESS adalah hasil kerja sama apik antara Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Keberhasilannya membuktikan bahwa ketika pemuda diberi ruang, dampaknya bisa lintas batas negara.
“Kami berterima kasih atas dukungan IFAD dan berharap pengalaman ini bisa direplikasi di negara-negara peserta SSTC,” ujar Amin menutup sesi.
Program YESS tak hanya mengubah hidup ribuan pemuda Indonesia, tapi juga membuka mata dunia bahwa pertanian bukan pekerjaan masa lalu, melainkan peluang emas masa depan.