Kamis, 22 Januari 2026


Komoditas Unggul Dongkrak Ekonomi Desa Dulolong

10 Mei 2025, 08:33 WIBEditor : Herman

Penyuluh Dorong Petani Kembangkan Komoditas Unggul

TABLOIDSINARTANI.COM, Alor Barat Laut --- Di tengah pesatnya perkembangan zaman, sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama ekonomi di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Khususnya di Desa Dulolong, pertanian terus didorong menjadi kekuatan strategis untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan populasi mencapai 22.961 jiwa, kebutuhan pangan yang tinggi menjadikan sektor ini sebagai tumpuan harapan.

Pemerintah Desa Dulolong pun menetapkan visi besar untuk pembangunan pertanian dan perkebunan berbasis potensi lokal.

"Kami ingin mewujudkan pertanian yang unggul dan berkelanjutan. Fokus kami adalah meningkatkan kemandirian pangan, daya saing, dan kesejahteraan petani," ujar Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST. 

Desa Dulolong memiliki 586 kepala keluarga petani yang tergabung dalam lima kelompok tani aktif.

Salah satu yang paling produktif adalah Kelompok Tani Emas Hijau, yang mengelola lahan seluas 25 hektar dan mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti cengkeh dengan produksi 2 ton per musim, pinang 3 ton per musim, dan ubi porang yang menghasilkan 2 ton per tahun.

Salak ditanam sebanyak 200 pohon, sementara 300 pohon lainnya masih dalam persemaian. Rambutan juga mulai dikembangkan, dengan 50 pohon yang sudah ditanam dan 50 pohon lainnya dalam tahap persemaian.

Selain itu, petani juga membudidayakan pisang Berlin, nenas Bogor, kopi arabika, vanili, ubi kayu, dan ubi jalar, meski sebagian masih untuk konsumsi pribadi.

Yang menarik, nenas Bogor juga dimanfaatkan sebagai tanaman pengganti terasering untuk mendukung konservasi tanah dan air.

"Kemajuan ini adalah hasil kolaborasi yang erat antara kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Tanpa sinergi itu, perkembangan seperti ini sulit dicapai," tambah Petrus.

Pemberdayaan petani menjadi fokus utama pemerintah dan penyuluh setempat. Melalui kegiatan penyuluhan intensif dan demonstrasi lahan (demca), para petani dibekali keterampilan dan pengetahuan untuk mengelola usahanya secara efektif dan berdaya saing.

"Kami ingin petani kami tidak hanya bisa menanam, tapi juga mengelola hasil pertaniannya sebagai sebuah usaha yang produktif," terang Petrus.

Reporter : Petrus Payong
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018