Jumat, 16 Januari 2026


Dana Minim, Medan Ekstrem: Beginilah PPL Berau Bertahan di Lapangan

16 Jun 2025, 15:31 WIBEditor : Gesha

Dukungan anggaran bagi penyuluh pertanian di Berau dinilai masih minim, padahal mereka berjibaku di medan berat demi menjaga produktivitas petani.

TABLOIDSINARTANI.COM, Berau -- Dukungan anggaran bagi penyuluh pertanian di Berau dinilai masih minim, padahal mereka berjibaku di medan berat demi menjaga produktivitas petani.

Di tengah kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan dana operasional, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus berjuang mendampingi petani demi menjaga produktivitas pertanian daerah.

Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP3) DTPHP Berau, Ilhamdi, menyampaikan bahwa peran PPL sangat krusial, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan topografi ekstrem seperti Berau. Sayangnya, dukungan anggaran yang tersedia masih belum memadai.

"Memang ada dana dari APBD, tapi terbatas. Untuk perawatan kendaraan misalnya, hanya Rp 20 juta setahun dibagi untuk 45 penyuluh. Padahal medan kami bukan seperti di Jawa, di sini banyak tanjakan, jalan berlumpur, bahkan harus menyebrangi sungai,” ungkap Ilhamdi.

Kondisi ini membuat penyuluh harus merogoh kocek pribadi untuk sekadar memenuhi kebutuhan transportasi, komunikasi, hingga perlengkapan kerja.

Tantangan lapangan semakin berat ketika penyuluh harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk menjangkau petani di daerah terpencil.

Untuk tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan Bantuan Keuangan (Bankeu) sebesar Rp 700 juta guna mendukung operasional penyuluhan.

Dana ini dialokasikan untuk pengadaan alat tulis kantor, BBM, paket data internet, hingga pelatihan peningkatan kapasitas.

“Tahun ini rencananya pelatihan akan diadakan di Samarinda. Tapi hanya 45 PPL yang bisa ikut. Sisanya, sebanyak 35 PPL yang baru lulus CPNS belum bisa kami ikutsertakan karena belum masuk anggaran,” jelas Ilhamdi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan adanya wacana dari pemerintah pusat untuk menarik seluruh PPL di bawah koordinasi langsung Kementerian Pertanian.

Menurutnya, langkah ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan penyuluh dan memperkuat pembiayaan.

“Kami berharap jika PPL ditarik pusat, anggaran dan perhatian terhadap operasional mereka juga bisa lebih maksimal,” tutup Ilhamdi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018