Saturday, 14 February 2026


Jambore PART Teluk Kabola, Tanamkan Cinta Bertani Sejak Dini

04 Jul 2025, 10:34 WIBEditor : Herman

Jambore PART Teluk Kabola

TABLOIDSINARTANI.COM, Teluk Kabola, Alor --- Suasana penuh semangat dan sukacita menyelimuti kegiatan Jambore PART (Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna) se-Klasis Teluk Kabola yang digelar di Jemaat Ebenhaesher Hombul.

Kegiatan ini tidak sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang memperkuat iman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu kegiatan unggulan dalam jambore ini adalah Kelas Belajar Cerdas Batanam yang berlangsung di ruang kelas SD Hombul.

Sebanyak 16 peserta, perwakilan dari berbagai jemaat di Klasis Teluk Kabola, mengikuti kelas ini dengan antusias. Mereka dibekali materi bertemakan “Tuhan Memberi Tugas Menjaga Bumi Lewat Bertani” sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nilai-nilai iman sejak dini.

Penyuluh pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Alor, Anita Adhi, SST, hadir sebagai narasumber utama bersama Nehemia Aleng, SST. Dalam kelas ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak langsung untuk menyiapkan media tanam, menyemai benih, dan menanam sayuran seperti tomat, kangkung, dan pepaya.

“Bertani bukan hanya soal menghasilkan makanan, tetapi juga tentang menjalankan tugas iman. Anak-anak perlu tahu bahwa sejak awal, Tuhan sudah mempercayakan manusia untuk menjaga bumi ini,” ujar Anita Adhi di hadapan peserta.

Selama sesi berlangsung, anak-anak terlihat antusias dan terlibat aktif. Salah satu peserta, Saferia, mengaku baru pertama kali menanam langsung dengan tangannya sendiri.

“Saya senang bisa belajar tanam tomat. Ternyata bertani itu tidak susah kalau kita tahu caranya. Saya mau ajar adik saya juga di rumah,” ucap Saferia sambil menunjukkan hasil tanamannya.

Tak hanya peserta, para pendamping juga melihat kegiatan ini sebagai terobosan yang membangun. Salah satu panitia, Rachel Lelang, menyampaikan apresiasinya atas pendekatan kreatif yang digunakan dalam pembelajaran iman kali ini.

“Biasanya kita fokus pada cerita Alkitab dan ibadah. Tapi kali ini, anak-anak belajar iman sambil menyentuh tanah, menyemai benih, dan merasakan langsung bagaimana mereka bisa menjadi pelayan Tuhan lewat alam ciptaan,” jelas Rachel .

Menurut Nehemia Aleng, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemantik semangat anak-anak untuk peduli pada pertanian lokal dan lingkungan sekitar mereka.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa merawat tanaman adalah bentuk ibadah yang sederhana tapi mulia. Dengan ini, mereka bisa tumbuh jadi pribadi yang tangguh, mencintai tanahnya sendiri, dan hidup berdampingan dengan alam,” katanya.

Jambore PART di Jemaat Ebenhaesher Hombul menjadi bukti bahwa pendidikan iman bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

Dengan memadukan nilai spiritual dan praktik langsung, kegiatan ini menciptakan ruang belajar yang membentuk generasi muda yang tidak hanya beriman, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi model yang diterapkan secara berkelanjutan di jemaat-jemaat lain, sehingga gereja terus berperan aktif dalam mencetak generasi yang setia pada iman, cinta alam, dan mencintai tanah airnya sendiri.

Reporter : Anita Adhi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018