Tuesday, 18 August 2026


Polbangtan Kementan Latih Pengelola UPJA di Cigudeg, Dorong Lompatan Mekanisasi Pertanian

07 Jul 2025, 15:24 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor gandeng Dinas TPHP Bogor gelar Bimtek UPJA di Cigudeg. Tujuannya? Dorong pengelola lebih profesional agar mekanisasi pertanian makin masif dan berdampak

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Polbangtan Bogor gandeng Dinas TPHP Bogor gelar Bimtek UPJA di Cigudeg. Tujuannya? Dorong pengelola lebih profesional agar mekanisasi pertanian makin masif dan berdampak!

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat perannya sebagai motor vokasi pertanian Indonesia.

Kali ini, Polbangtan bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen UPJA bagi para pengelola Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) se-wilayah III Cigudeg.

Digelar selama dua hari, 1–2 Juli 2025, di UPT Pertanian Wilayah III Cigudeg, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong transformasi mekanisasi pertanian di tingkat tapak.

Tujuannya jelas: meningkatkan profesionalitas UPJA sebagai tulang punggung layanan alsintan (alat dan mesin pertanian) bagi petani.

Dua dosen dari Polbangtan Bogor, Annisa Nur Ichniarsyah dan Intan Kusuma Wardani, hadir sebagai narasumber dan membawakan materi penting tentang penguatan struktur organisasi dan pengelolaan ekonomi UPJA.

Dengan gaya interaktif, para peserta yang merupakan pengelola UPJA aktif berdiskusi soal tantangan di lapangan, seperti efisiensi layanan, keterbatasan SDM, hingga minimnya pencatatan keuangan berbasis digital.

Materi yang disampaikan fokus pada solusi konkret, antara lain penataan kelembagaan dan pembagian peran dalam organisasi UPJA, strategi pengelolaan keuangan yang transparan dan berkelanjutan hingga perencanaan layanan jasa alsintan yang efisien dan responsif terhadap kebutuhan petani. 

Dalam sesi evaluasi, peserta juga diajak untuk melakukan identifikasi kinerja UPJA saat ini, yang nantinya akan dijadikan dasar pembinaan berkelanjutan oleh dinas setempat dan Polbangtan.

Evaluasi ini rencananya dilakukan secara rutin untuk mengukur dampak bimtek terhadap layanan UPJA di lapangan.

Annisa Nur Ichniarsyah, salah satu pemateri dari Polbangtan, berharap bimtek ini menjadi titik tolak UPJA untuk naik kelas.

Ia menyebut bahwa keberhasilan UPJA bukan hanya diukur dari jumlah alsintan, tapi dari kualitas layanan dan kemampuan berinovasi dalam menjawab kebutuhan petani.

“Kalau pengelolaan organisasi dan keuangannya kuat, UPJA akan lebih mandiri dan bisa mengembangkan model bisnisnya. Bahkan bukan mustahil jadi agripreneur service provider ke depannya,” ujar Annisa. 

Bimtek manajemen UPJA ini merupakan bagian dari langkah nyata Kementerian Pertanian dalam mengakselerasi mekanisasi pertanian secara terstruktur dan berkelanjutan.

Transformasi UPJA dari sekadar pengguna alat menjadi pengelola layanan berbasis bisnis, adalah kunci menciptakan ekosistem pertanian modern di daerah.

Dengan adanya pelatihan ini, UPJA di Cigudeg dan sekitarnya diharapkan dapat menjadi garda depan dalam mendistribusikan alsintan, menjembatani kebutuhan petani, serta membuka ruang kerja baru di sektor pertanian berbasis layanan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan yang menyasar penguatan kapasitas kelembagaan UPJA.

Menurutnya, mekanisasi pertanian tak akan maksimal tanpa pengelolaan UPJA yang baik.

“UPJA adalah jembatan penting agar petani bisa mengakses alat dan mesin pertanian secara tepat waktu. Jika manajemennya tertata, pelayanan meningkat, dan produktivitas petani ikut terdongkrak. Ini juga bagian dari strategi mempercepat kemandirian pangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan vokasi seperti Polbangtan.

“SDM adalah kunci keberhasilan transformasi pertanian. Maka, peningkatan kapasitas pengelola UPJA melalui pelatihan seperti ini sangat strategis. Kami ingin UPJA menjadi lembaga layanan yang adaptif dan modern, bukan sekadar operator alsintan,” katanya.

Menurutnya, Kementan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa di berbagai daerah, sebagai bagian dari program percepatan mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018