Tuesday, 18 August 2026


Polbangtan Kementan Siap Jalin Kerja Sama Pertanian Modern dengan Taiwan, Dimulai Januari 2026

08 Jul 2025, 08:04 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor siap menggandeng Taiwan mulai Januari 2026 untuk wujudkan pertanian modern berbasis teknologi, libatkan mahasiswa dan petani lokal dalam sistem agribisnis terpadu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Polbangtan Bogor siap menggandeng Taiwan mulai Januari 2026 untuk wujudkan pertanian modern berbasis teknologi, libatkan mahasiswa dan petani lokal dalam sistem agribisnis terpadu.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor di bawah Kementerian Pertanian RI tengah bersiap mengimplementasikan proyek kerja sama internasional dengan Taiwan yang dijadwalkan dimulai pada Januari 2026.

Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan pertanian modern di Indonesia melalui transfer teknologi, pendampingan petani lokal, dan pelibatan mahasiswa vokasi pertanian secara aktif di lapangan.

Proyek kerja sama ini akan menjadi langkah konkret Polbangtan Kementan dalam menghadirkan sistem agribisnis terpadu berbasis teknologi.

Fokusnya mencakup pengembangan produksi pertanian, distribusi, pengemasan, dan pemasaran hasil tani yang lebih efisien, berkelanjutan, dan terhubung langsung dengan pasar modern.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari strategi regenerasi petani.

Mahasiswa akan belajar langsung mengenai sistem pertanian modern, mulai dari teknis produksi hingga pengelolaan usaha tani secara digital dan profesional.

“Proyek ini akan melibatkan mahasiswa kami sebagai bagian dari pelaku pertanian masa depan. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi ikut praktik agribisnis modern dengan teknologi dari Taiwan, termasuk pengemasan dan pemasaran,” kata Yoyon.

Program ini juga bertujuan menjawab berbagai persoalan petani lokal di wilayah Jawa Barat, seperti rendahnya harga jual, terbatasnya akses pasar, keterbatasan modal, dan minimnya pendampingan teknis.

Melalui proyek ini, petani akan mendapat pendampingan menyeluruh, termasuk jaminan harga beli yang adil, bantuan permodalan, pelatihan teknologi, serta akses promosi produk ke supermarket dan pasar ritel.

Teknologi Modern

Sebagai bagian dari implementasi, pihak Taiwan akan membawa berbagai teknologi pertanian mutakhir ke Indonesia, seperti greenhouse otomatis, sensor suhu dan kelembaban, rantai pendingin, hingga mesin pengemasan modern yang selama ini belum banyak digunakan oleh petani kecil.

Pengujian awal akan dilakukan pada lahan binaan Polbangtan Bogor, dengan skema uji coba penjualan produk ke pasar tradisional pada awal 2026.

Mahasiswa dan petani muda lokal akan dilibatkan sebagai pelaksana sekaligus penerima transfer ilmu dan teknologi. Kegiatan pengemasan produk akan memanfaatkan ruang Packing House yang sudah ada di lingkungan kampus Polbangtan, sehingga tidak memerlukan pembangunan gedung baru.

“Kami membentuk tim khusus untuk menjalankan program ini, dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan. Tujuan akhirnya adalah membangun sistem agribisnis yang menghubungkan petani langsung ke pasar, termasuk supermarket,” tambah Yoyon.

Melalui proyek ini, diharapkan akan lahir produk pertanian berkualitas tinggi yang bersertifikasi organik dan halal, serta sistem agribisnis modern yang menguntungkan petani.

Kolaborasi ini juga akan memperkuat hubungan antara petani, perguruan tinggi, dan pasar modern dalam satu sistem terintegrasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian di daerah.

Saat ini, tahap awal pelaksanaan difokuskan pada pembentukan tim kerja sama, penyusunan strategi implementasi, dan pertemuan-pertemuan awal dengan mitra dari Taiwan.

Dengan persiapan matang yang sedang dilakukan, proyek ini ditargetkan mulai berjalan efektif pada Januari 2026 mendatang.

Respon Positif

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah konkret dari pendidikan vokasi pertanian dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Ia menekankan bahwa lulusan Polbangtan harus menjadi generasi petani baru yang tangguh dan siap bersaing secara global.

“Inilah bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan berilmu, tetapi juga berpengalaman lapangan dengan dukungan teknologi. Kita ingin melahirkan petani muda yang inovatif, adaptif, dan kompetitif di kancah internasional,” ujar Menteri Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyebut kerja sama ini sebagai model agribisnis modern berbasis vokasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pertanian berkelanjutan yang mampu menarik minat generasi muda.

“Ini akan menjadi model unik yang belum ada di daerah lain. Mahasiswa yang terlibat akan lulus dengan bekal lengkap untuk menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian,” ujar Idha.

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018