
Tangis haru dan tawa bahagia pecah di Yudisium Polbangtan 2025! Salah satu lulusan cum laude cetak sejarah dengan IPK nyaris sempurna: 3,96! Siap jadi pionir pertanian masa depan!
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Tangis haru dan tawa bahagia pecah di Yudisium Polbangtan 2025! Salah satu lulusan cum laude cetak sejarah dengan IPK nyaris sempurna: 3,96! Siap jadi pionir pertanian masa depan!
Suasana haru membuncah di kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Selasa (8/7), saat sebanyak 200 mahasiswa dikukuhkan sebagai lulusan dalam Yudisium Tahun Akademik 2024/2025.
Momentum penuh makna ini menjadi titik akhir perjuangan panjang para mahasiswa dalam menempuh pendidikan vokasi berbasis praktik di bidang pertanian dan peternakan.
Dalam sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat Momon Rusmono, para lulusan berasal dari lima program studi unggulan yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (55 lulusan), Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (49 lulusan), Agribisnis Hortikultura (27 lulusan), Teknologi Mekanisasi Pertanian (34 lulusan), dan Kesehatan Hewan (35 lulusan).
Yang membanggakan, sebanyak 72 mahasiswa lulus dengan predikat cum laude, atau lulus dengan pujian. Sementara sisanya, sebanyak 128 mahasiswa meraih predikat Sangat Memuaskan.
Di antara mereka, Pradita Ahmad Setiawan dari Program Studi Kesehatan Hewan mencatatkan prestasi akademik tertinggi dengan IPK fantastis: 3,96. Sebuah capaian yang membuat gemuruh tepuk tangan tak henti mengisi ruangan.
Yudisium ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini adalah perayaan atas kerja keras, air mata, dan doa yang tak terhitung jumlahnya.
Momen ketika selempang cum laude disematkan satu per satu, banyak mata yang berkaca-kaca. Orang tua, dosen, dan sesama teman seperjuangan larut dalam rasa bangga.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam sambutan resminya menyampaikan bahwa lulusan Polbangtan adalah bagian penting dari masa depan pertanian Indonesia.
“Kalian adalah garda depan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Dunia pertanian memerlukan generasi muda yang terampil, inovatif, dan siap bersaing secara global. Jadilah agen perubahan di lapangan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyebutkan bahwa lulusan Polbangtan Bogor telah ditempa dengan pendidikan vokasi yang berbasis praktik, magang industri, dan pembelajaran proyek.
“Kalian adalah petani milenial yang ditunggu-tunggu. Tapi jangan cepat puas, karena tantangan ke depan makin kompleks. Mulai dari perubahan iklim, pangan dunia, sampai kemajuan teknologi digital,” ujarnya penuh semangat.
Wakil Direktur I Polbangtan Bogor, Reni Suryanti, menyampaikan bahwa seluruh lulusan telah melalui evaluasi akademik yang ketat. Proses kelulusan mencakup penyelesaian beban SKS, tugas akhir, serta pemenuhan seluruh kewajiban administratif kampus.
Wakil Direktur I Polbangtan Bogor, Reni Suryanti, menyampaikan bahwa seluruh lulusan telah melalui evaluasi akademik yang ketat.
Proses kelulusan mencakup penyelesaian beban SKS, tugas akhir, serta pemenuhan seluruh kewajiban administratif kampus.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menambahkan bahwa lulusan Polbangtan dibekali dengan ilmu terapan, keterampilan praktis, dan jiwa kepemimpinan.
"Harapan kami, para alumni mampu menjadi penggerak utama pembangunan sektor pertanian, peternakan, hortikultura, dan kesehatan hewan. Ini adalah kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Yudisium ini hanyalah awal. Para lulusan akan mengikuti prosesi wisuda pada 30 Juli 2025 mendatang, sebelum akhirnya terjun ke dunia nyata: menjadi petani milenial, penyuluh, pelaku agribisnis, atau wirausahawan pertanian.
Hari itu, kampus Polbangtan Bogor bukan hanya menjadi saksi keberhasilan akademik, tapi juga menjadi tempat lahirnya semangat baru.
Semangat anak-anak muda yang siap mengabdi pada negeri lewat ladang-ladang hijau, kandang-kandang ternak, dan teknologi pertanian yang terus berkembang.