Sunday, 06 September 2026


PEPI Gelar Wisuda Ahli Madya 2024/2025, Cetak SDM Unggul untuk Pertanian Modern

23 Aug 2025, 10:32 WIBEditor : Gesha

Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) mengukuhkan 125 ahli madya dalam Wisuda 2024/2025, mencetak SDM vokasi unggul untuk menjawab tantangan pertanian modern yang berdaya saing global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong -- Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) mengukuhkan 125 ahli madya dalam Wisuda 2024/2025, mencetak SDM vokasi unggul untuk menjawab tantangan pertanian modern yang berdaya saing global.

Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) kembali mencetak generasi baru tenaga ahli vokasi pertanian. Pada Sabtu (23/8/2025), PEPI menggelar Wisuda Ahli Madya Tahun Akademik 2024/2025 di kampusnya dengan penuh khidmat dan kebanggaan.

Sebanyak 125 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi ini. Mereka terdiri dari 42 lulusan Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, 41 lulusan Program Studi Tata Air Pertanian, dan 42 lulusan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian.

Direktur PEPI, Muharfiza, menegaskan bahwa lulusan tahun ini telah dipersiapkan bukan hanya untuk siap kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan di sektor pertanian.

“Mereka adalah generasi baru yang membawa semangat inovasi, keterampilan teknis, sekaligus integritas. Dengan itu, mereka diharapkan mampu membangun pertanian Indonesia yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama tiga tahun kuliah, mahasiswa PEPI ditempa melalui praktikum intensif, penelitian terapan, magang lapangan, dan pengabdian masyarakat sehingga kompetensi mereka lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai tulang punggung modernisasi pertanian nasional.

“Pendidikan tinggi vokasi pertanian berperan sangat krusial dalam menyiapkan SDM unggul yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi di lapangan. Dengan tiga jurusan utama yaitu mekanisasi, tata air, dan teknologi hasil pertanian PEPI hadir menjawab kebutuhan pertanian modern Indonesia,” ujar Idha.

Menurutnya, peningkatan tingkat mekanisasi pertanian Indonesia yang sudah mencapai 2,1 HP per hektare pada 2021, atau naik lebih dari 200 persen dalam beberapa tahun terakhir, menjadi bukti nyata arah pertanian nasional yang semakin maju.

“Kami ingin anak-anak muda yang lulus dari PEPI bisa menjadi inovator, bukan sekadar tenaga ahli. Mereka diharapkan menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pertanian, mulai dari produktivitas lahan hingga pengolahan hasil yang berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengingatkan kembali arahan Presiden agar bangsa Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan.

“Bapak Presiden sudah menegaskan, pangan kita tidak boleh bergantung pada bangsa lain. Maka tugas kita bersama, dari pusat hingga daerah, adalah memastikan lahan pertanian terus produktif,” tegasnya.

Ia mencontohkan, lahan sawah seluas hampir 300 ribu hektare di pesisir bisa dikelola lebih optimal dengan penerapan teknologi irigasi dan pompa pertanian. Dengan cara ini, petani bisa menanam hingga tiga kali setahun jika air tersedia cukup. 

Ia mencontohkan, lahan sawah seluas hampir 300 ribu hektare di pesisir bisa dikelola lebih optimal dengan penerapan teknologi irigasi dan pompa pertanian. Dengan cara ini, petani bisa menanam hingga tiga kali setahun jika air tersedia cukup.

“Bantuan irigasi dan pompa dari pemerintah jangan sampai disalahgunakan. Itu diberikan agar lahan sawah tidak menganggur, supaya bisa segera ditanami kembali,” ujarnya.

Wisuda ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia usaha. PEPI bukan hanya melahirkan tenaga profesional, tetapi juga inovator muda yang siap berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.

Dengan hadirnya 125 ahli madya pertanian baru, harapannya mereka dapat menjawab kebutuhan industri, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018