
Wisuda PEPI 2024/2025 melahirkan lulusan terbaik dari tiap program studi. Mereka tak sekadar berprestasi di kampus, tapi siap menjadi motor inovasi pertanian modern Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, SERPONG -- Wisuda PEPI 2024/2025 melahirkan lulusan terbaik dari tiap program studi. Mereka tak sekadar berprestasi di kampus, tapi siap menjadi motor inovasi pertanian modern Indonesia.
Momen wisuda di Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) tahun akademik 2024/2025 tak hanya menjadi tonggak penting bagi 125 wisudawan, tapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari para lulusan terbaik yang berhasil menorehkan prestasi akademik gemilang.
Dari Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, gelar wisudawan terbaik diraih oleh Muhammad Agio Girdaus Pagi, putra dari Bapak Ade Karsudi dan Ibu Budi Hasti. Dengan IPK 3,62 dan predikat Sangat Memuaskan, Agio menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengantar mahasiswa vokasi ke puncak prestasi.
Sementara itu, dari Program Studi Tata Air Pertanian, Padilatun Bisa, putri dari Bapak Ridwan dan Ibu Kurianti, berhasil meraih penghargaan wisudawan terbaik dengan IPK 3,65. Ia menjadi simbol dedikasi generasi muda yang peduli pada sistem pengairan pertanian yang semakin vital dalam menghadapi perubahan iklim.
Dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, prestasi tertinggi diraih oleh Ariska Murilaya, putri dari Bapak Kamaluti dan Ibu Wimiri Yudhiyan. Dengan IPK 3,77, Ariska mengantongi predikat Dengan Pujian, sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat PEPI.
Selain itu, penghargaan wisudawan berprestasi juga diberikan kepada Amelia Rahmawati (Program Studi Tata Air Pertanian, IPK 3,60, predikat Dengan Pujian) dan Iqbal Prasetyo (IPK 3,57, predikat Dengan Pujian), yang keduanya turut memperkuat deretan mahasiswa unggulan PEPI tahun ini.
Penghargaan kepada wisudawan terbaik diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, didampingi jajaran senat PEPI. Momen ini semakin istimewa karena dukungan juga datang dari mitra strategis, yakni Bank BRI dan Bank BSI, yang memberikan apresiasi berupa tabungan pendidikan bagi para lulusan berprestasi.
Direktur PEPI, Muharfiza, menyampaikan kebanggaannya terhadap para wisudawan, khususnya mereka yang berhasil meraih predikat terbaik.
“Lulusan terbaik ini adalah inspirasi bagi teman-temannya. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar bisa melahirkan prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi bekal nyata untuk membangun pertanian Indonesia,” ujarnya.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa lulusan PEPI diharapkan tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi di lapangan.
“Kami ingin mereka menjadi agen perubahan, bukan sekadar pekerja. Lulusan PEPI harus mampu melahirkan ide-ide segar untuk menjawab tantangan pertanian nasional,” tegas Idha.
Sementara itu, Sekjen Kementan Ali Jamil kembali mengingatkan pentingnya kontribusi generasi muda untuk menjaga kemandirian pangan bangsa.
“Bapak Presiden sudah menekankan, pangan kita tidak boleh bergantung pada negara lain. Karena itu, peran generasi muda pertanian seperti lulusan PEPI sangat menentukan,” kata Ali Jamil.
Dengan apresiasi dan penghargaan yang diberikan, diharapkan para lulusan terbaik PEPI tak hanya berhenti di panggung wisuda, tetapi terus menorehkan kiprah nyata di tengah masyarakat. Mereka adalah generasi yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi menuju pertanian modern, tangguh, dan berdaya saing global.