
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares Hadiri Evaluasi dan Program Tengah Tahun 2025 Maporina Jawa Tengah di Kebun Hortimart, Bawen, Kabupaten Semarang
TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mendukung penuh terhadap kiprah Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Jawa Tengah.
“Maporina adalah organisasi nirlaba yang berjuang untuk mengembangkan pertanian organik. Hal ini patut kita dukung agar tercipta sinergi positif antara Maporina dan pemerintah daerah, khususnya Distanbun Jateng,” ujar Frans saat memberi sambutan dalam Evaluasi dan Program Tengah Tahun 2025 Maporina Jawa Tengah di Kebun Hortimart, Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (28/8).
Frans menekankan, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan sehat harus diimbangi dengan dukungan terhadap pertanian organik.
Menurutnya, upaya Maporina mendorong petani beralih ke sistem organik merupakan gerakan moral sekaligus percontohan. Apalagi, banyak pelaku Maporina adalah pinisepuh yang rela keluar dari zona nyaman demi kemajuan pertanian organik.
Ketua Maporina Jawa Tengah, Aris Budiyono, mengungkapkan organisasi ini resmi dibentuk pada Agustus 2022 dan dilantik langsung oleh Ketua Maporina Pusat, Subandriyo, serta disaksikan Gubernur saat itu. Hingga kini, pengurus Maporina Jateng berjumlah sekitar 60 orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Meski aktif bergerak, Aris mengakui Maporina Jateng belum pernah menerima kucuran dana pemerintah. Karena itu, dalam pertemuan ini pihaknya juga mengundang Kesbanglinmas, Biro Isda, dan Distanbun, dengan harapan ada pencerahan dan dukungan yang lebih jelas ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Irfan dari Kesbanglinmas menyebut laporan resmi keberadaan Maporina akan diteliti kembali. Ia menduga keterlambatan proses administrasi kemungkinan terjadi karena persyaratan yang diajukan belum lengkap.
Rapat kerja yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari pengurus Maporina, dinas terkait, serta undangan dari beberapa instansi.
Pertemuan menghasilkan kesepakatan tindak lanjut hingga akhir 2025, di antaranya pembentukan pengurus daerah di sejumlah kabupaten/kota serta penguatan peran petani organik dalam meningkatkan produksi dan pola usaha tani.
Selain itu, rapat juga membahas peluang pemanfaatan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Maporina melihat program tersebut sebagai kesempatan emas untuk menyalurkan hasil pertanian organik ke dapur-dapur sekolah, sehingga para siswa dapat memperoleh makanan sehat dan bergizi.
Dengan adanya program yang lebih terarah, diharapkan dukungan pemerintah melalui dinas-dinas terkait dapat lebih nyata dirasakan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menggugah semangat kolektif dalam memperkuat gerakan pertanian organik di Jawa Tengah.