
Program YESS terbukti mencetak hampir 500 ribu petani milenial di berbagai daerah. Pemerintah memastikan program ini berlanjut menjadi YESS-SI mulai 2026 untuk memperluas regenerasi petani muda.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Program YESS terbukti mencetak hampir 500 ribu petani milenial di berbagai daerah. Pemerintah memastikan program ini berlanjut menjadi YESS-SI mulai 2026 untuk memperluas regenerasi petani muda.
Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang digagas Kementerian Pertanian terbukti menjadi pintu gerbang bagi anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau hampir 500 ribu pemuda di seluruh Indonesia, mendorong mereka untuk bekerja maupun berwirausaha di bidang pertanian.
Keberhasilan ini membuat pemerintah memutuskan melanjutkan program tersebut ke tahap selanjutnya dengan nama YESS-SI (Scaling-Up Intervention) yang direncanakan mulai berjalan pada 2026.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menjelaskan, Program YESS telah memberikan dampak nyata dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian, khususnya bagi generasi muda.
"Ke depan, kami berharap YESS-SI bisa melanjutkan dan memperluas manfaat ini, " cetusnya.
Menurut Idha, program ini tak hanya sekadar memberikan pelatihan, tapi juga memberi akses pendampingan usaha dan hibah kompetitif untuk mendorong keberanian pemuda mencoba usaha pertanian.
Program YESS memang dirancang untuk menjangkau anak muda yang memiliki potensi dan minat di sektor pertanian, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman.
Dari data internal Kementerian Pertanian, mayoritas peserta program merupakan generasi milenial berusia 18–35 tahun. Mereka datang dari latar belakang beragam, mulai dari keluarga petani, mahasiswa pertanian, hingga profesional muda yang memutuskan meninggalkan pekerjaan di sektor non-pertanian. Beberapa peserta justru memilih pulang ke kampung halaman mereka untuk membangun usaha pertanian.
Keberhasilan YESS ini juga mendapat pengakuan internasional. IFAD mencatat bahwa program ini telah efektif meningkatkan kesadaran pemerintah pusat maupun daerah mengenai pentingnya kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian.
Banyak pemerintah daerah yang kemudian menyatakan minat untuk ikut serta dalam pengembangan program ini. Tercatat, setidaknya 12 provinsi dan 27 kabupaten telah mengajukan diri untuk menjadi wilayah perluasan program.
Sebagai langkah formal, Kementerian Pertanian telah mengajukan usulan scaling-up Program YESS ke Bappenas melalui surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Nomor B-2920/KL.230/A/08/2023 pada 18 Agustus 2023.
Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti Bappenas dengan memasukkan YESS-SI dalam daftar indikatif proyek yang diusulkan untuk didanai melalui IFAD Replenishment Cycle 12. Dengan demikian, YESS-SI mendapat landasan pendanaan yang jelas untuk menjangkau lebih banyak pemuda di masa mendatang.
Dalam tahap YESS-SI, pemerintah menargetkan terbentuknya 21.500 wirausaha muda di sektor pertanian, penyerapan 9.000 tenaga kerja, dan penciptaan 11.800 lapangan kerja baru.
Selain itu, program ini juga fokus pada literasi keuangan bagi 65.400 pemuda dan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha bagi 21.500 peserta.
Target ini dirancang agar program mampu menumbuhkan ekosistem pertanian yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat regenerasi petani muda di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, YESS-SI juga menekankan hilirisasi produk pertanian. Anak muda didorong untuk tidak hanya menanam atau memelihara produk pertanian, tetapi juga terlibat dalam pengolahan, pemasaran, hingga branding.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru di perdesaan.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap urbanisasi dapat ditekan, karena generasi muda melihat sektor pertanian sebagai pilihan karier yang menjanjikan dan modern.
Program YESS-SI juga menerapkan pendekatan GESI (Gender Equality and Social Inclusion), memastikan kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam setiap kegiatan.
Perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok minoritas lainnya diberikan akses pelatihan dan dukungan yang setara, sehingga pertanian tidak hanya menjadi sektor eksklusif, tetapi inklusif dan merata.
“Melalui YESS-SI, kami ingin semakin banyak anak muda yang berani memulai usaha pertanian dan melihat sektor ini sebagai sumber penghidupan yang menjanjikan. Program ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan SDM, pembangunan dari desa, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas, " harapnya.
Keberlanjutan YESS-SI menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan regenerasi petani muda yang terus bertambah, pemerintah menargetkan produksi dan produktivitas pertanian dapat meningkat signifikan, sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan.
Sejak digulirkan, YESS telah membuktikan bahwa sektor pertanian bukan lagi ladang tua yang ditinggalkan, tapi arena yang menarik bagi generasi muda.
Dengan dukungan YESS-SI, pemerintah berharap lebih banyak pemuda yang terlibat aktif, membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong nilai tambah pertanian Indonesia.
Tahun 2026 menjadi babak baru, di mana pertanian modern dan semangat wirausaha milenial akan semakin menyala, sekaligus menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda.