
- Kementerian Pertanian menegaskan petani muda sebagai kunci masa depan pangan nasional. Melalui penguatan program berkelanjutan, generasi muda didorong masuk sektor pertanian modern agar desa tetap produktif
TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Kementerian Pertanian menegaskan petani muda sebagai kunci masa depan pangan nasional. Melalui penguatan program berkelanjutan, generasi muda didorong masuk sektor pertanian modern agar desa tetap produktif.
Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa petani muda menjadi kunci strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan masa depan pertanian nasional.
Melalui penguatan regenerasi pertanian berkelanjutan, Kementan mendorong lahirnya wirausahawan muda pedesaan yang adaptif terhadap teknologi, pasar, dan tantangan global.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Serah Terima Hasil dan Capaian Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), menandai berakhirnya fase implementasi program sekaligus dimulainya fase keberlanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa generasi muda harus dipersiapkan sejak dini untuk mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju.
“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12/2025).
Program YESS merupakan program strategis Kementan yang dilaksanakan BPPSDMP bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini dirancang untuk mencetak wirausahawan muda pertanian sekaligus tenaga kerja kompeten di sektor pertanian.
Sejak diluncurkan pada 2019, Program YESS telah menjangkau lebih dari 300 ribu pemuda di 19 kabupaten pada empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Tak hanya menyasar pemuda secara umum, Program YESS juga inklusif dengan menjangkau perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat adat, menjadikannya sebagai gerakan regenerasi petani yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Regenerasi Tak Putus
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa berakhirnya fase implementasi Program YESS tidak boleh menghentikan upaya pembinaan petani muda di seluruh Indonesia.
“Menjadi tugas kita bersama untuk memperluas jangkauan pelayanan bagi anak-anak muda perdesaan lainnya. Mereka perlu terus difasilitasi agar menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Serah terima hasil Program YESS dilakukan kepada Kementerian PPN/Bappenas dan 19 perwakilan wilayah intervensi, sehingga praktik baik dan capaian program dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan nasional dan daerah.
Dari daerah, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan dan mengintegrasikan model Program YESS ke dalam kebijakan daerah.
“Meski Program YESS telah berakhir, semangat, capaian, dan dampaknya akan terus kami lanjutkan dan tingkatkan secara berkelanjutan,” katanya.
Senada, Direktur Program YESS Muhammad Amin menegaskan bahwa nilai-nilai yang dibangun melalui program ini merupakan aset penting bagi pembangunan pertanian nasional ke depan.
Kementan menilai penguatan regenerasi petani muda menjadi fondasi utama menuju pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya, petani muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan penjaga ketahanan pangan nasional.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global, regenerasi petani bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis demi masa depan pertanian Indonesia.