Kamis, 22 Januari 2026


Meski Jadi ASN Kementan, 149 Penyuluh Purbalingga Tetap Turun Sawah di Desa

05 Jan 2026, 13:56 WIBEditor : Gesha

Meski resmi berstatus ASN Kementerian Pertanian sejak awal 2026, sebanyak 149 penyuluh pertanian di Purbalingga tetap setia turun ke sawah dan mendampingi petani desa, menjaga denyut produksi pangan tetap hidup.

TABLOIDSINARTANI.COM, Purbalingga -- Meski resmi berstatus ASN Kementerian Pertanian sejak awal 2026, sebanyak 149 penyuluh pertanian di Purbalingga tetap setia turun ke sawah dan mendampingi petani desa, menjaga denyut produksi pangan tetap hidup.

Sebanyak 149 penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kabupaten Purbalingga resmi beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian per 1 Januari 2026.

Namun satu hal ditegaskan, mereka tetap turun ke desa, tetap mendampingi petani, tetap berkubang lumpur bersama sawah-sawah Purbalingga.

Peralihan status ini ditegaskan dalam Apel Peralihan ASN Penyuluh Pertanian Lapangan yang digelar di halaman UPTD Perbenihan, Rabu (31/12/2025).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, dan diikuti 149 penyuluh yang terdiri dari 91 PNS dan 58 PPPK.

Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menekankan bahwa perubahan status administrasi tidak boleh menggeser ruh pengabdian para penyuluh. Menurutnya, penyuluh tetap menjadi wajah negara yang paling dekat dengan petani.

“Meski sekarang berstatus ASN Kementerian Pertanian, tugas utama tetap mendampingi petani Purbalingga. Jaga kedekatan dengan petani, semangat pengabdian, dan kearifan lokal,” ujar Fahmi.

Ia menegaskan, penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka bukan sekadar penyampai program, tapi juga jembatan pengetahuan antara kebijakan pusat dan realitas lapangan.

Pengalihan status ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat sektor pertanian, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang penguatan peran ASN dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Pemerintah pusat menilai, optimalisasi peran penyuluh menjadi kunci percepatan produksi dan modernisasi pertanian.

Di Purbalingga sendiri, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama di wilayah dataran tinggi. Karena itu, keberlanjutan pendampingan penyuluh dinilai krusial agar produktivitas petani tidak tergerus, justru semakin naik.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Purbalingga bersama Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Program Upland Tahun 2025.

Sebanyak 108 kelompok tani di Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Kejobong, dan Pengadegan menerima bantuan tersebut.

Bantuan alsintan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fahmi. Ia berharap, alsintan dapat dimanfaatkan maksimal untuk mengoptimalkan pengolahan lahan, mempercepat tanam, dan meningkatkan hasil panen, khususnya di wilayah dataran tinggi yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Alsintan ini jangan berhenti di gudang. Gunakan bersama, dorong kerja sama antar kelompok tani agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya.

Bupati juga memastikan pemerintah daerah akan terus memantau implementasi program, mulai dari pendampingan teknis, pemanfaatan alsintan, hingga distribusi hasil panen. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada rantai pasok agar kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

Transformasi ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Target besar swasembada pangan bukan lagi sekadar jargon, tapi kerja kolektif yang dimulai dari sawah, ladang, dan kebun di desa-desa Purbalingga.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018