
Penyuluh pertanian Bobby Irfan Efendi dari OKU Timur dianugerahi Bintang Jasa Nararya oleh Presiden Prabowo, sebagai apresiasi nyata atas dedikasi dan kontribusinya bagi petani Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Penyuluh pertanian Bobby Irfan Efendi dari OKU Timur dianugerahi Bintang Jasa Nararya oleh Presiden Prabowo, sebagai apresiasi nyata atas dedikasi dan kontribusinya bagi petani Indonesia.
Nama Bobby Irfan Efendi kini bersinar di kancah pertanian nasional. Penyuluh Pertanian asal OKU Timur ini menerima Bintang Jasa Nararya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai pengakuan atas pengabdian nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendampingi petani di lapangan.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden dalam Panen Raya Nasional sekaligus pengumuman capaian swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Tanda kehormatan yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap mereka yang memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan Indonesia, baik dari sektor hulu hingga hilir.
Bobby dikenal sebagai sosok penyuluh yang tidak hanya duduk di kantor, tapi turun langsung ke sawah, menemui petani, mengamati tanaman, dan berbagi teknik bercocok tanam modern. Kiprahnya membuat kelompok tani lebih produktif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pasar maupun perubahan iklim yang kian ekstrem. Dari pengolahan tanah hingga manajemen panen, dari bibit unggul hingga pengendalian hama terpadu, Bobby selalu ada di tengah-tengah mereka.
“Penghargaan ini bukan milik saya sendiri. Ini milik semua penyuluh dan petani yang setiap hari berjuang menjaga pangan Indonesia tetap aman,” ujar Bobby saat menerima tanda kehormatan, dengan mata berbinar penuh kebanggaan. Baginya, setiap hektar sawah yang produktif adalah bukti nyata dedikasi yang tak kenal lelah.
Selain Bobby, Presiden juga memberikan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan inovasinya dalam mendorong reformasi pertanian. Sedangkan Bintang Jasa Pratama diterima Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur Kabupaten Sukoharjo, sebagai simbol dedikasi petani di sektor hulu yang berperan menjaga produktivitas pangan nasional dari akar.
Bobby bukan satu-satunya penerima Bintang Jasa Nararya. Winarto, pendamping petani dari Poktan Sri Sedhono Kabupaten Ngawi, juga dianugerahi penghargaan ini atas kontribusi aktifnya dalam memperkuat kelembagaan pertanian di daerah, membimbing petani agar lebih mandiri dan inovatif.
Tak hanya sektor pertanian, Presiden juga menganugerahi Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang berperan dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan. Mereka termasuk Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, serta beberapa pejabat TNI dan Polri yang mendukung program pertanian dari hulu hingga hilir.
Di tingkat lokal, penghargaan serupa diberikan kepada Don Muzakir, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia; Mugi Raharjo, Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro; Aseng dari Poktan Ciraden Kabupaten Cianjur; dan Nurul Hadi dari Poktan Sri Ki Lamaran Kabupaten Indramayu.
Bagi Bobby, penghargaan ini lebih dari simbol prestasi. Ini adalah bahan bakar semangat untuk terus mendampingi petani, memperluas praktik pertanian berkelanjutan, dan memastikan swasembada pangan bukan sekadar target angka, tapi terasa nyata di desa-desa. Setiap petani yang tersenyum saat panen, setiap sawah yang berhasil diolah dengan baik, menjadi bukti bahwa perjuangan di lapangan tidak sia-sia.
“Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melihat pertanian sebagai pekerjaan mulia yang bisa mengubah hidup banyak orang. Menjadi penyuluh, mendampingi petani, itu sama berharganya dengan memastikan negara ini tetap aman dari krisis pangan,” tutup Bobby.
Dengan dedikasi seperti Bobby Irfan Efendi, langkah menuju ketahanan pangan nasional tidak lagi hanya ada di kebijakan dan angka statistik, tetapi juga hidup dan berdenyut di sawah-sawah Indonesia.