Tuesday, 10 March 2026


Cetak Sawah Dikebut Brigade Pangan, UMPR Didik 3.000 Warga Kalteng Lewat D1 Pertanian

24 Feb 2026, 08:57 WIBEditor : Gesha

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menargetkan 3.000 warga di Kalimantan Tengah kuliah D1 pertanian untuk memperkuat Brigade Pangan dan mempercepat program cetak sawah, sekaligus menyiapkan tenaga siap kerja di sektor pangan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Palangkaraya -- Universitas Muhammadiyah Palangkaraya menargetkan 3.000 warga di Kalimantan Tengah kuliah D1 pertanian untuk memperkuat Brigade Pangan dan mempercepat program cetak sawah, sekaligus menyiapkan tenaga siap kerja di sektor pangan.

Percepatan program cetak sawah di Kalimantan Tengah tidak hanya fokus pada pembukaan lahan, tetapi juga penyiapan tenaga kerja terampil. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menargetkan sekitar 2.000 hingga 3.000 warga mengikuti pendidikan Diploma I pertanian selama satu tahun untuk mendukung penguatan Brigade Pangan dan pengembangan sawah seluas 30.000 hektare.

Program ini menjadi strategi pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, sekaligus upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan ketahanan pangan.

Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, mengatakan program pendidikan tersebut ditujukan khusus bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Kalimantan Tengah agar memiliki keterampilan teknis di bidang pertanian dan agroforestri.

Menurutnya, peserta didik akan dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang siap terjun langsung dalam pengelolaan lahan pertanian modern.

Untuk menjalankan program ini, UMPR menggagas pembentukan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai pusat pendidikan vokasi berbasis praktik.

Pembentukan akademi tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah serta kementerian terkait guna memperluas akses pendidikan keterampilan bagi masyarakat.

Sistem pendidikan dirancang berlangsung selama satu tahun dengan metode pembelajaran yang lebih menekankan praktik lapangan. Komposisi pembelajaran terdiri dari 40 persen teori dan 60 persen praktik agar lulusan memiliki kemampuan kerja yang siap diterapkan.

Program ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi setara lulusan perguruan tinggi di daerah lain, sehingga kebutuhan tenaga ahli di sektor pertanian dapat dipenuhi oleh masyarakat lokal.

UMPR juga menerapkan sistem pembelajaran fleksibel dengan pendekatan mobile. Lokasi perkuliahan akan disesuaikan dengan tempat tinggal peserta.

Warga yang tinggal di Palangka Raya akan mengikuti perkuliahan di kota tersebut, sementara peserta dari wilayah kabupaten dapat menjalani pendidikan di daerah masing-masing. Model ini diharapkan memudahkan akses pendidikan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha di Kalimantan Tengah yang selama ini kerap merekrut tenaga kerja dari luar daerah karena keterbatasan tenaga terampil lokal.

Pada tahap awal, program difokuskan pada bidang pertanian dan agroforestri sebagai sektor prioritas penguatan ketahanan pangan. Namun ke depan, pendidikan vokasi ini direncanakan berkembang ke bidang peternakan dan perikanan.

Program pendidikan juga diprioritaskan bagi masyarakat Kalimantan Tengah dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan ekonomi.

Selain memberikan kemampuan teknis, pendidikan ini juga diarahkan untuk membentuk mental kerja, kedisiplinan, dan pola pikir peserta agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Program pendidikan D1 pertanian yang digagas UMPR menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan sektor pangan di Kalimantan Tengah. Ketersediaan tenaga kerja terampil dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan keberhasilan program cetak sawah.

Dengan keterlibatan perguruan tinggi dan masyarakat, penguatan Brigade Pangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018