
Politeknik Pembangunan Pertanian di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia merangkul aspirasi mahasiswa lewat forum terbuka, mendorong transformasi kampus peternakan menuju pendidikan modern, responsif, dan berdaya saing.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Politeknik Pembangunan Pertanian di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia merangkul aspirasi mahasiswa lewat forum terbuka, mendorong transformasi kampus peternakan menuju pendidikan modern, responsif, dan berdaya saing.
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor menggelar Forum Aspirasi Mahasiswa Edisi Kampus Jurusan Peternakan di Kampus Cinagara, Selasa (17/2).
Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pengelola kampus serta mendorong pengembangan lingkungan akademik yang inklusif dan responsif.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Yoyon Haryanto, hadir bersama jajaran pimpinan dan pemangku kebijakan teknis kampus. Kehadiran tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan yang berfokus pada pengembangan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan, optimalisasi sarana prasarana asrama, serta peningkatan fasilitas praktik guna mendukung kompetensi teknis.
Yoyon Haryanto menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi dan dasar perbaikan kebijakan kampus.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan pengelola sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah kampus dalam membangun sinergi dan inovasi pendidikan guna menjawab tantangan sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menilai forum aspirasi mahasiswa penting untuk membentuk sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan berdaya saing.
Melalui forum ini, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa dan pengelola kampus serta mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berintegritas.



