Thursday, 22 October 2026


Pasca Idul Fitri  Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tancap Gas

27 Mar 2026, 07:51 WIBEditor : Yulianto

Pembinaan penyuluh pertanian yang berlangsung di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/3)

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang---Selepas Hari Raya Idul Fitri, penyuluh pertanian di Jawa Tengah langsung tancap gas untuk kembali bekerja menemani petani dalam peningkatan produksi pangan.

Libur Lebaran bukan berarti menurunkan kinerja. Sebanyak 110 penyuluh dari Kabupaten/ Kota Magelang, Temanggung, Semarang dan perwakilan dinas pertanian setempat justru bersemangat. Terlihat saat Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/3), dinilai penting untuk memacu produktivitas pertanian di wilayah Kedu Raya melalui peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penyuluh menjadi garda depan pertanian. Ia menekankan peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai teladan nyata keberhasilan pertanian. 

“Pertanian maju dimulai dari mindset penyuluh. Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, bahkan Bupati, asal mau bekerja keras dan konsisten,” katanya.

Ia berharap kinerja PPL semakin meningkat, sehingga pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif. Penguatan mindset penyuluh diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, daya saing pertanian, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga mendorong penyuluh untuk merapatkan barisan dalam mendampingi petani di lapangan. “Saat ini, penyuluh sudah menjadi bagian dari Kementan. Sehingga harus berkinerja lebih optimal untuk meraih swasembada pangan.” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Ia mendorong penyuluh untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pasca hari Raya Idul Fitri. Idha mengakui, penyuluh yang paling mengetahui kondisi petani di wilayahnya masing-masing.

Karena itu, perlu strategi untuk mengoptimalkan pertanaman. Misalnya, meningkatkan produktifitas tinggi dengan menggunakan varietas unggul baru.  Dalam pertanaman, Idha juga mengingatkan, tidak hanya di lahan yang sudah menjadi sawah tetapi bisa menggunakan lahan lainnya untuk diusulkan menjadi LPS (lahan pertanian strategis).

Menurut Idha, penyuluh harus mampu menjadi penghubung untuk membantu mendetailkan keperluan petani seperti pupuk, saprotan maupun alsintan, melalui CPCL (Calon Petani Calon Lokasi). “Untuk itu, penyuluh harus bekerja dengan loyal, akuntabel, serta mengikuti prosedur/ SOP yang berlaku." katanya.

Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut baik kehadiran penyuluh pertanian Kedu Raya. “Selamat datang di Polbangtan Yoma, kantor kedua penyuluh pertanian lapangan Jawa Tengah. Mari bekerja bersama untuk mendukung swasembada pangan nasional," ujarnya.

Ia berharap dengan giat ini bisa meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Tengah.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan YOMA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018