
Siswa SRMA 15 Magelang melihat fasilitas pendidkan di Polbangtan Yoma
TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang---Selasa (14/4) ada yang berbeda di Kampus Tegalrejo, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma). Berseragam merah putih, sebanyak 48 siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas 15 Magelang berkunjung ke kampus vokasi yang berada dalam naungan Kementerian Pertanian.
Apa yang mereka lakukan? Didamping para guru, siswa-siswi ternyata ingin mengenal lebih jauh dunia pendidikan pertanian. Mereka melihat berbagai fasilitas pendidikan yang ada di Polbangtan Yoma.
Kedatangan mereka menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pertanian, karena ke depan generasi muda lah yang menjadi penerus pembangunan pertanian di Tanah Air.
Polbangtan Yoma sendiri kini terus memperkuat perannya dalam mendorong regenerasi petani muda melalui edukasi dan pengenalan pendidikan vokasi kepada pelajar. Karena itu, dalam kunjungan ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat peluang pendidikan tinggi di bidang pertanian yang dinilai strategis bagi masa depan mereka.
Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus dipersiapkan untuk mengawal Indonesia menuju masa keemasan.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Ida Widhi Arsanti, menyebut pendidikan vokasi pertanian sebagai instrumen penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pertanian.
“Polbangtan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Lulusannya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga menjadi agripreneur dan agen perubahan yang membawa inovasi,” ujarnya.
Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Ketua Jurusan Peternakan, Acep Perdinan, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia mengajak para siswa melanjutkan pendidikan di Polbangtan dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, Polbangtan Yoma menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari beasiswa, pembelajaran berbasis praktik, hingga pembentukan karakter mahasiswa.
Kepala Sekolah SRMA 15 Magelang, Anisatul Masruroh, berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan siswa tentang pentingnya pendidikan tinggi. “Pendidikan tidak berhenti di SMA. Masih banyak peluang untuk berkembang, termasuk di bidang pertanian yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya.
Ia juga menekankan mayoritas siswa berasal dari keluarga petani, sehingga memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian secara lebih modern. “Saya berharap mereka tidak hanya bertani seperti sebelumnya, tetapi mampu memiliki lahan sendiri dan membuka lapangan kerja,” tambahnya.
Selain mendapatkan informasi terkait pendidikan dan penerimaan mahasiswa baru, para siswa juga diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung fasilitas pembelajaran dan kegiatan teaching factory yang menjadi unggulan Polbangtan Yoma.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus menjadi motor penggerak pertanian modern di masa depan.