
Kementan bergerak cepat, kerahkan Polbangtan kawal tanam serempak di Jambi demi cegah dampak El Nino dan amankan produksi pangan nasional.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi -- Kementan bergerak cepat, kerahkan Polbangtan kawal tanam serempak di Jambi demi cegah dampak El Nino dan amankan produksi pangan nasional.
Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan mengerahkan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk mengawal percepatan tanam serempak di Provinsi Jambi.
Langkah ini dilakukan agar petani tidak kehilangan momentum tanam sebelum potensi El Nino mengurangi curah hujan dalam beberapa bulan mendatang.
Percepatan tanam serempak menjadi salah satu strategi nasional Kementan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Dalam pelaksanaannya, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto ditunjuk sebagai penanggung jawab program percepatan tanam di wilayah Jambi.
Penugasan ini mempertegas peran Polbangtan sebagai garda terdepan dalam mendukung program strategis Kementan, khususnya dalam mendampingi petani mempercepat masa tanam di daerah sentra produksi.
Melalui pendampingan langsung di lapangan, Polbangtan Bogor memastikan kesiapan lahan, ketersediaan benih, sarana produksi, hingga optimalisasi lahan rawa yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal.
Keterlibatan dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam mempercepat penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa gerakan tanam serempak harus dilakukan secepat mungkin selama air masih tersedia.
Menurutnya, percepatan ini penting agar produksi pertanian tidak terganggu saat musim kering mulai datang.
“Diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan akan terjadi El Nino. Karena itu, tanam harus segera dilakukan mumpung masih ada air,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tanam serempak bukan hanya agenda simbolis, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian nasional.
Sudaryono bahkan memantau pelaksanaan tanam serempak secara langsung di Jambi sekaligus secara daring di 16 provinsi lainnya yang menjalankan program serupa.
Langkah cepat ini juga didukung penuh oleh jajaran Kementerian Pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peran Polbangtan sangat strategis dalam memastikan percepatan tanam berjalan efektif di tingkat lapangan.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Polbangtan mampu memperkuat kapasitas petani sekaligus mempercepat adopsi inovasi pertanian.
“Polbangtan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di lapangan melalui pendampingan, penguatan kapasitas petani, serta percepatan adopsi inovasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menyebut penugasan Polbangtan Bogor di Jambi merupakan bagian dari strategi Kementan dalam mengoptimalkan peran pendidikan vokasi untuk mendukung program nasional.
Ia menjelaskan bahwa sivitas akademika Polbangtan tidak hanya berfungsi sebagai tenaga pendamping, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam transformasi pertanian modern.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan vokasi seperti Polbangtan Bogor, program percepatan tanam serempak di Jambi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Selain itu, percepatan tanam ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim global.
Kementan pun menargetkan gerakan serempak ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Melalui sinergi lintas sektor dan respons cepat menghadapi El Nino, Kementerian Pertanian menunjukkan komitmennya agar Indonesia tidak terlambat dalam menjaga produksi pangan nasional tetap aman dan berkelanjutan.