Friday, 15 May 2026


Tak Main-Main! Polbangtan Bogor Cetak 134 Penyuluh Bersertifikat, Siap Terjun ke Lapangan

26 Apr 2026, 09:58 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor cetak 134 penyuluh bersertifikat lewat uji kompetensi, siap terjun ke lapangan dan perkuat sektor pertanian nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Polbangtan Bogor cetak 134 penyuluh bersertifikat lewat uji kompetensi, siap terjun ke lapangan dan perkuat sektor pertanian nasional.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan keseriusannya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor pertanian. 

Sebanyak 134 mahasiswa tingkat akhir resmi mengikuti sertifikasi kompetensi penyuluh pertanian, sebagai bekal utama sebelum terjun langsung ke dunia kerja dan lapangan.

Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Skema Penyuluh Pertanian Supervisor Pertama ini digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 April 2026.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan Polbangtan Bogor memiliki standar profesional yang diakui secara nasional.

Pelaksanaan sertifikasi merupakan hasil kolaborasi antara Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan Bogor dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian.

Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan penyuluh pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.

Sebanyak 134 peserta yang mengikuti sertifikasi terdiri dari dua program studi, yakni 67 mahasiswa Penyuluh Pertanian Berkelanjutan dan 67 mahasiswa Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan.

Mereka diproyeksikan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dunia profesional.

“Sertifikasi ini adalah ‘paspor’ bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Ini menjadi bukti bahwa kompetensi mereka telah diakui dan siap diaplikasikan di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan penyuluh pertanian yang tersertifikasi sangat penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, digitalisasi, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah, menekankan bahwa sektor pertanian saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangguh di lapangan.

“Kita membutuhkan penyuluh yang mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami kondisi lapangan, dan memiliki kemampuan manajemen yang baik. Sertifikasi ini adalah langkah nyata menuju SDM pertanian yang profesional,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak penting, mulai dari Ketua LSP Kementerian Pertanian, koordinator asesor kompetensi, hingga jajaran asesor yang memastikan proses uji berjalan objektif dan sesuai standar.

Dengan mengikuti sertifikasi ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan kompetensi secara legal, tetapi juga meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Hal ini menjadi nilai tambah penting di tengah kebutuhan tenaga penyuluh yang semakin meningkat di berbagai daerah.

Polbangtan Bogor sendiri terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu menjawab tantangan zaman, serta mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Dengan lahirnya 134 penyuluh bersertifikat ini, diharapkan akan semakin banyak tenaga profesional yang siap turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, dan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018